Sebenarnya penjelasan tentang pertanyaan radio rodja sudah dijelaskan oleh ustadz-ustadz kita diantaranya oleh Ustadz Muhammad Umar As-Sewwed, Ustadz Luqman Ba’abduh, Ustadz Usamah Mahri, Ustadz Afifudin dan yang lainnya yang dengan mudah kita bisa mendengarkan via internet Alhamdulillah. Dan jawaban mereka cukup insya Allah bagi yang ingin mengetahui tentang radio rodja. Namun berhubung pertanyaan ini masih terdengar ditanyakan oleh sebagian ikhwah kepada Asatidzah oleh karena itulah pada kesempatan ini saya yang ingin mengatakan bagi orang yang bertanya tentang radio rodja bahwa cukup bagi kita untuk mendengarkan kajian, muhadhoroh ustadz-ustadz kita. Apa yang ada dari ilmu, faedah, pembahasan yang dibahas oleh pengisi radio rodja ada pada ustadz-ustdaz kita dan apa yang ada pada ustadz-ustadz kita tidak ada pada para pengisi rodja (dan itu semua karunia Allah yang Allah berikan kepada siapa yang Allah kehendaki). Apa yang ada pada ustadz-ustadz kita dan tidak ada pada para pengisi Rodja di antaranya adalah apa yang saya akan sebutkan di bawah ini :
1. Ustadz-ustadz kita Alhamdulillah sangat menjaga pergaulan mereka, mereka tidak bergaul dengan ahlu bid’ah, hizbiyyin, orang-orang menyimpang, yayasan hizbi atau satu organisasi dan satu wadah dengannya. Dan seperti inilah manhaj yang haq manhaj ahlus sunnah. Mari kita simak perkataan a’imah salaf (para Imam Salaf) yang dai-dai rodja mengaku mengikuti mereka..! Tetapi praktek dan amalannya menyelisihi bahkan bertolak belakang dengan pengakuannya.
Berkata Abu Qilabah Rahimahullah :
لا تجالسوا أهل الأهواء ، ولا تجادلوهم ، فإني لا آمن أن يغمسوكم في الضلالة ، أو يلبسوا عليكم في الدين بعض ما لبس عليهم
“Janganlah kalian duduk bersama ahlu ahwa’ (ahlu bid’ah –ed) dan janganlah mendebat mereka dikarenakan sesungguhnya aku tidak merasa aman mereka menjerumuskan (menenggelamkan) kesesatan kepada kalian atau menyamarkan (merancukan –ed) kepada kalian perkara agama, sebagian perkara agama yang mereka samarkan.” (Asyari’ah Al-Ajuri : 56 – Al Ibnah Ibnu Bathah : 2/437)
قال إسماعيل بن خارجة يحدث قال : دخل رجلان على محمد بن سيرين من أهل الأهواء ، فقالا : يا أبا بكر نحدثك بحديث ؟ قال : لا قالا : فنقرأ عليك آية من كتاب الله عز وجل ؟ قال : لا ، لتقومن عني أو لأقومن
Ismail bin Khorijah menceritakan, beliau berkata : “Dua orang dari ahlu ahwa’ (ahlu bid’ah) masuk menemui Muhammad bin Siriin mereka berdua berkata : ‘Wahai Abu Bakar, kami akan menyampaikan satu hadits kepadamu?’ Berkata (Ibnu Siriin) : ‘Tidak.’ Berkata lagi dua orang tersebut : ‘Kami akan membacakan satu ayat kepadamu dari Kitabullah (al-Qur’an) Azza Wajjala?’ Berkata (Ibnu Siriin) : ‘Tidak. Kalian pergi dariku atau aku yang pergi.’” (Asyari’ah Al-Ajuri : 57 – Al Ibanah Ibnu Bathah : 2/446)
Berkata Imam Al Barbahari Rahimahullah:
فاحذر ثم احذر أهل زمانك خاصة وانظر من تجالس وممن تسمع ومن تصحب فإن الخلق كأنهم في ردة إلا من عصم الله منهم
“Berhati-hatilah dan berhati-hatilah kepada orang-orang yang hidup sezaman denganmu secara khusus, dan lihatlah siapa teman dudukmu, dan dari siapa engkau mendengar dan dengan siapa engkau berteman, dikarenakan manusia hampir saja menjadi murtad dari agamanya karena sebab teman bergaulnya kecuali orang yang Allah jaga.” (Syarh Sunnah Lilbarbahari)
Adapun dai-dai rodja maka mereka bergaul, berteman, bermuamalah dengan yayasan hizbi, ahlu bid’ah, dan orang-orang yang menyimpang. Seperti Abu Qatadah, Zaenal Abidin LC, Khalid Syamhudi LC dan yang lainnya yang menjadi da’i dan pengisi Yayasan Hizbi Al-Sofwa Lenteng Agung Jakarta, lihat juga bagaimana kelakuan Abu Qatadah yang mengisi bareng, duduk berdampingan satu meja dengan Hartono Ahmad Jaiz, Amin Jamaludin di DDII dengan Tema : “Aliran dan Paham Sesat di Indonesia” yang ketika itu ana masih ingat (ketika masih ngaji dengan mereka) Amin Jamaludin berbicara membolehkan demonstrasi pada majelis tersebut. Begitu juga Abu Qatadah merekrut ustadz yang pernah belajar di Abul Hasan Al-Misri yang para ulama telah memvonisnya sebagai hizbi, mubtadi’ dan ustadz tersebut belum bertaubat darinya dan belum lama ini pun (belum ada satu tahun) Abu Qatadah menerima orang yang baru pulang setelah belajar 7 tahun di Markaznya Abul Hasan Al Misri di Yaman diterima dan disambut untuk mengajar di pondoknya sampai sekarang. Di samping itu Abu Qatadah menyalurkan dana ihyaut turats kepada pondok yang bermanhaj khawarij, Pondok Al-Muaddib Cilacap yang di pimpin oleh mertuanya seorang teroris bernama Nurdin M. Top yang bernama Baridin. Begitu juga Yazid Jawwas dan kawan-kawannya berkerja sama dengan salah seorang pembesar ikhwani DR. Hidayat Nurwahid, sama seorang hizbi Farid Okbah, sama sesepuh sururi dan orang yang ditokohkan oleh HASMI (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islam) Taufiq Shalih Al Katsiri dalam muraja’ah tafsir ibnu katsir jilid 1 Pustaka Imam Syafi’i. Tak ketinggalan Abdul Hakim bin Amir Abdat di antara penyimpanggnya dia mengisi satu majelis dengan pembesar atau seseorang yang di Syaikhkan dari ihyaut thurats Kuwait di Malaysia. Dan contoh-contoh lainnya yang sangat banyak yang hal ini merupakan manhaj da’i-da’i rodja sepanjang yang saya ketahui. Dan apa yang mereka lakukan bukanlah sekedar kesalahan “manusiawi“ (seperti lupa, atau tidak tahu itu seorang hizbi, atau seorang yang menyimpang, ahlu bid’ah atau diundang ngisi tanpa tahu ada pembicara selain dirinya ternyata ada pembicara lain dari kalangan orang-orang yang menyimpang atau ahlu bid’ah atau kesalahan yang mereka telah ruju’ darinya dan lain-lain) tidak, tetapi yang saya sebutkan ini adalah manhaj mereka. Mereka tahu penyimpangan Ihyaut Turats, Al-Sofwa, DDII, Al-Irsyad, L-Data, Taruna Al-Qur’an, Abdurrahman Abdul Khaliq, Abul Hasan Al-Misri, Thariq Suwaidan, Hidayat Nurwahid, Amin Jamaluddin, Taufiq Shalih Al-Katsiri, Yusuf Utsman Ba’isa dan yang lainnya tetapi mereka tetap bermuamalah dengan mereka bahkan membela sebagian mereka.Wallahu musta’an.
2. Alhamdulillah ustadz-ustadz kita, sikap mereka tegas dengan ahlu bid’ah apalagi sama tokoh dan para pembesarnya, hal ini bisa kita lihat dan dengarkan dalam ceramah-ceramah mereka dalam muhadhoroh-muhadhoroh mereka yang tak jarang memberi peringatan kepada ummat dari bahaya ahlu bid’ah. Hal ini yang tidak ada pada mereka (ustadz-ustadz rodja), secara umum pengisi radio rodja -sebatas yang ana tahu- plintat plintut dalam menyikapi sebagian ahlu bid’ah, tidak membantahnya atau diam atas penyimpangan mereka, seperti tidak membantah atau diam atas penyimpangan Abdurrahman Abdul Khaliq, Abul Hasan Al Misri dan yang lainya sebagaimana diamnya Firanda MA, Abdullah Taslim MA dan selainnya atas kesesatan dan penyimpangan Abdurrahman Abdul Khaliq dan Yayasan Ihyaut Turats yang mereka berdua mengaku mengetahui dan mempunyai bukti-bukti kesesatan Abdurrahman Abdul Khaliq dan penyimpangan yang ada di tubuh Ihyaut Turats. Bahkan salah seorang dari pembicara rutin radio rodja yaitu Ali Subana malah memuji seorang ahlu bid’ah dan bahkan pembesar ahlu bid’ah pada zaman ini yaitu DR. Yusuf Al-Qardhawi. Sebagaimana hal ini diceritakan oleh salah seorang ikhwan (Abu Aisyah) yang dulu pernah tinggal bersama keluarganya di Qatar dan dia ikut majelisnya Ali Subana di sana. Suatu ketika Ali Subana pernah ditanya tentang Yusuf Qardhawi dengan pertanyaan, ‘Siapakah Yusuf Qardhawi?’ Kata seorang penanya yang ikut di majelisnya di Qatar, lalu Ali Subana menjawab, “Yusuf Qardhawi termasuk ulama pada abad ini.” Lalu ikhwan kita ini berkata ketika menceritakannya kepada saya : “Ana mendengar sendiri dengan telinga ana bahwa Ali Subana menjawab seperti itu.”
Atau cerita salah seorang ikhwan dari Jakarta yang baru saja mengenal ta’lim satu sampai dua tahun yang pernah bertanya kepada ana tentang radio rodja, lalu ana jelaskan tentang pemateri di radio Rodja sampai tentang Ali Subana yang memuji Yusuf Qardhawi lalu ia pun berkata: “Ia.., ana pernah dengar di radio rodja Ali Subana menukilkan perkataan Yusuf Qardhawi ana pun kaget setahu ana Yusuf Qardhawi sesat.”
Insya Allah kita semua tahu siapa DR. Yusuf Qardhawi, seorang tokoh dan pembesar ikhwanul muslimin, seorang tokoh sesat yang sangat terkenal yang sangat jelas kesesatannya, kalau yang seperti ini saja masih direkomendasi sama salah seorang dari pembicara radio Rodja lalu bagaimana dengan tokoh sesat dan menyimpang lainnya..?! Di antaranya seperti Ali Hasan bin Abdul Hamid dan Salim bin Ied Al-Hilali jelas lebih mereka rekomendasi dan bela walaupun para ulama telah menjarhnya dan sebagian telah mentabdi’nya.
3. Alhamdulillah ustadz-ustadz kita tidak ada yang mengambil dana dari yayasan hizb penyebar manhaj khawarij Ihyaut Turats bahkan ustadz-ustadz kita memperingatkan dari bahaya bermuamalah dengan Ihyaut Turats dan bahaya pendirinya yaitu Abdurrahman Abdul Khaliq adapun sebagian mereka mengambil bahkan menjadi gembong dan kaki tangan dari yayasan hizbi Ihyaut Thurats seperti Abu Qatadah dan Abu Nida LC. Dan lihat juga kelakuan salah satu pembicara radio rodja yang bernama Firanda MA. yang membela mati-matian yayasan hizbi Ihyaut Turats, padahal dalam banyak kesempatan dia dan Abdullah Taslim MA. mengakui bahwasanya dia mengetahui penyimpangan Ihyaut Turats dan mempunyai data-data penyimpangannya, sekarang kita tanyakan kepada mereka Firanda dan Abdullah Taslim yang keduanya menjadi pembicara radio rodja, “Mana bantahan kalian terhadap Abdurahman Abdul Khaliq atau Ihyaut Turats atau As Sofwa dalam ceramah, muhadoroh, dan tulisan-tulisan kalian..?! Bukankah kalian mengetahui penyimpangan Ihyaut Turats, Abdurahaman Abdul Khaliq sebagaimana pengakuan kalian sendiri, lalu mana pengamalanmu pada hadits ini wahai Firanda..?! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, maka apabila tidak bisa ubahlah dengan lisannya, maka apabila tidak bisa maka dengan hatinya yang demikian selemah-lemah iman” (HR. Muslim dari Abu Sa’id Al Khudry)
Justru kalian malah membantah orang yang membantah ihyaut turats dan Abdurhaman Abdul Khaliq. Katanya kalian tahu tentang penyimpangan Abdurahman Abdul Khaliq dan ihyaut turats, lalu kenapa tidak membantah, menjelaskan penyimpangan orang yang melakukan penyimpangan (Abdurrahaman Abdul Khaliq) supaya ummat secara sebab selamat dari bahaya penyimpangan mereka, kok malah membantah orang yang membantah penyimpangan Abdurahman Abdul Khaliq dan Ihyaut Turats. Kemana akal sehatmu wahai Firanda..!
4. Ustadz-ustdaz kita Alhamdulillah menjaga pakaiannya dan adab-adabnya dengan memakai sarung atau jubah di kesehariannya, adapun sebagian mereka (pengisi) radio rodja tidak sedikit yang memakai banthalun, atau bahkan celana yang agak ketat yang memperlihatkan lekuk tubuh mereka (maaf –pantat mereka-) bahkan ketika shalat dan ta’lim. Saya punya pengalaman buruk ketika masih ikut ta’lim dengan salah satu pengisi radio rodja tentang celana banthalun, yang saya malu untuk menceritakannya di sini. Wallahu musta’an
Inilah sedikit penjelasan dari saya untuk saudaraku yang bertanya tentang radio rodja yaitu untuk mencukupkan dengan mendengar kajian ustadz-ustadz kita karena apa yang ada pada pengisi radio rodja dari ilmu dan faedah ada pada ustadz-ustadz kita dan sebaliknya apa yang ada pada ustadz-ustadz kita (yang telah saya sebutkan di atas) tidak ada pada ustadz-ustadz rodja. Selain dari itu sama-sama kita ketahui dari perkataan Ibnu Siriin yang Insya Allah menutup “perjumpaan kita”, yang beliau berkata :
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ
“Sesunguhnya ilmu ini adalah agama maka perhatikanlah oleh kalian dari siapa kalian mengambil agama kalian.”
Dan perkataan Syaikh ‘Abdullah Mar’i Hafidzahullah : “Jangan sampai mereka yang dulunya salafiyyin (ketika mendengar radio rodja –ed) menjadi Khalafiyyin (orang menyelisihi manhaj salaf –ed)” (sumber : rekaman pertemuan Tanah Abang Jakarta) .
Wallahu muwwafiq
Ditulis oleh : Abu Ibrahim Abdullah bin Mudakir
http://tauhiddansyirik.wordpress.com/

ustadz, saya heran kenapa orang salafy justru berpecah begitu? sehingga orang awam seperti saya ini justru jadi bingung…
Saudari yang semoga dirahmati Allah, sebuah keawjiban untuk menjaga agama ini dari penyimpangan dan hal ini bentuk kasih sayang kepada ummat. dan diantara penyimpangan adalah apa yang disebarkan oleh Ihyaut Thurast dari pemahaman mendukung orang untuk membrontak kepada pemerintah kaum muslimin, bermuamalah dengan kelompok2 sesat. nasehat ini insya Allah adalah bentuk kasih sayang kepada ummat jangan sampai mereka mendapatkan kejelekkan didunia dan diakhirat karena bermuamalah atau termakan dan tertunggangi oleh yayasan ihyaut thurats. demi Allah ana nulis artikel insya Allah karena kasih sayang ana sama ikhwan2, walaupun ana sadar banyak hal yang akan ana hadapi, sedikitnya pengikut, celaan, bantahan dan hal yang lain tapi insya Allah tidak menghalangi ana untuk memberi nasehat. dan semuanya ana serahkan kepada Allah. semoga Allah memberi hidayah kepada ana dan saudari dan memberikan keistiqamahan kepada kita semua.serta memberi hidayah kepada dai2 yang terlibat dengan ihyaut thurats untuk meninggalkan dan bertaubat dari penyimpangan mereka. amin
anti sebagai penuntut ilmu tugas anti belajar jangan sibukkan dengan masalah seperti ini,..yg paling ana heran di situs ini kenapa mereka membenci Syaikh Salim dan Syaikh Ali Hasan..??….pesan ana jangan lupa berdoa kepada Allah agar di tunjuki mana yang hak dan mana yg batil…
akhi yang semoga Allah memberi hidayah kepada ana dan anda, kami tidak mencari pengikut dengan mengorbankan agama ini atau manhaj ini tidak, ana tahu benar apa yang ana tulis akan ada konsekeunsi yang tidak ringan yang akan ana hadapi tapi alhamdulillah ana berusaha untuk meluruskan niat ana karena Allah. Adapun tentang syaikh Ali dan Salim al-Hilahi para ulama telah bersabar cukup lama, ana mengetahui hal itu sejak di Yaman terutama Ali Hasan, adpun tentang Syaikh Salim baru akhir2 ini ana tahu. Syaikh Rabi’, Muhammad Hadi, Ubaid Al-Jabri telah menjarjhnya, bahkan syaikh Ubaid (ulama kibar madinah) mengatakan Ali Hasan sebagai Mub’tadai (ahlu bid’ah) ana ada rekamannya jika akhi mau ana bisa kasih. Jadi bukan karena ga ada pengikut ana nulis tulisan ini seandainnya ana mau justru dengan tidak menulis ini ana banyak pengikutnnya. Tapi bukan itu yang ana inginkan, tetapi nasehat untuk saudara ana salafiyyin yang ana nginkan. Wallahu muwafiq
Pertanyaan :
1. Apakah yang mengambil dana dari yayasan otomatis menjadi mubtadi’,hizbiyyin atau orang-orang menyimpang ?
2. Apakah orang yang tidak mengambil dana akan tetapi tidak mentahdzir orang yang mengambil dana juga dihukumi dengan hukum yang sama yaitu mubtadi’, hizbiyyin, orang-orang menyimpang ?
3. Apakah orang yang mendapat ilmu agama dari radio rodja yaitu dari orang-orang yang disebutkan diatas termasuk mubtadi’,hizbiyyin atau orang-orang menyimpang ?
Saudara ibnu Ramadan semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua, saya ucapakan jazakumullahu khoir antm telah membaca artikel ini semoga menjadi sebab hidayah bagi antum, apa yang antum tanyakan insya Allah antm akan mendapatkan jawabannnya dengan memuaskan jika antm mau mendengarkan ceramah ust Luqman tentang Ihyaut Thurats. demi Allah ana nulis tulisan ini karena sayang sama ummat, kasian mereka, manhaj mereka dirusak oleh ihyau thurats. semoga Allah memberikan hidayah kepada ana dan antm dan memasukkan kita kedalam surga-Nya. amin
Mewaspadai Tersebarnya Bahaya Teroris Khawarij Melalui Jam’iyyah Ihyaut Thurats :
http://www.ilmoe.com/4144/ustadz-luqman-mewaspadai-
tersebarnya-bahaya-khawarij-melalui-yayasan-ihya-at-turots-sesi-1-mp3.html
http://www.ilmoe.com/4148/ustadz-luqman-mewaspadai-
tersebarnya-bahaya-khawarij-melalui-yayasan-ihya-at-turots-sesi-2-mp3.html
Assalaamu ‘alaikum
ana mw nanya,,disini ada disebut abdullah taslim MA.,apakah dia abdullah taslim al butony yg dr kendari sulawesi tenggara??
Barokallaahu fiikum…
iya benar fikum barakallah.
Assalamualaikum_
Ustadz, komen sy kok tdk dipasang,,???
Apa ada yg salah dg kt2 ana? Apa yg sesuai/ sepaham dg ustadz saja yg bs komen disini? Apa ustadz hanya boleh mengkritik tanpa mau dikritik? Ana jg ikut ngaji sama2 ustd2 yg ustadz rekomendasikn, tp bukan berarti ana hrs taqlid buta. Dihati ana, ana masih berharap suatu saat nanti salafiyin Indonesia bs bersatu. Afwan! Barokallaahu fiikum,,
wa alaikumussalam afwan Abu Zahra, komen antum kepanjangan dan kemana2, alhamdulillah insya Allah ana juga tidak taqlid, semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua dan memasukan ana dan antum kedalam surga-NYa.
[...] Tanah Abang Jakarta) . Wallahu muwwafiq Ditulis oleh : Abu Ibrahim Abdullah bin Mudakir http://nikahmudayuk.wordpress.com/2011/12/30/untukmu-yang-masih-bertanya-tentang-radio-rodja/ Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this [...]
Ijin copy paste
silahkan semoga bermanfaat
Bismillah.
Jazaakallah khairan yaa ustadz, tulisan yang sangat bermanfaat insya Allah, sebagai peringatan dan nasihat bagi orang-orang yang mau menerima peringatan dan nasihat. Baarakallahu fiik.
wa anta jazakumullahu khoir semoga bermanfaat
izin copas, ustadz.
Wallahi..sungguh pernyataan ini malah menjauhkan orang dari sunnah bukan mendekatkan kepada sunnah…apakah karena yang menghadiri majlis kalian sedikit sehingga kalian menjelek2kan ustadz yg mengisi di radio Rodja..??sampai2 Syaikh Salim dan Syaikh Ali Hasan pun kalian cela….
Setuju dengan komentar antum, Barokallaahu fiika
Ustadz bahasan nya cukup panjang lebar dan sangat menarik, ana masih awam dalam hal per Salafy an dan masih terus menuntut ilmu yang haq, yg buat ana heran knapa ustadz begitu semangatnya mencela dan menjelek2kan radio Rodja dan para Da’i nya. Ana baru beberapa kali dengar radio Rodja dan ana perhatikan setiap keterangan yg mereka buat selalu didukung oleh dalil. Ana tidak mendukung Rodja, tetapi alangkah baik dan indahnya bila kaum Salafy bisa bersatu d Indonesia dlm memerangi ke Bid’ah an. Klu ustadz izinkan, ana akan coba dtg k Radio Rodja meminta klarifikasi mengenai keterangan dari ustadz, dan mudah2 an ustadz bisa punya waktu juga utk bertemu dgn para da’I dari Rodja utk memperjelas masalah ini guna persatuan umat khususnya yg bermanhaj Salaf.
Ustadz, kok comment saya gak diperlihatkan ke pembaca lainnya ? Tolong ustadz dipasang dan dijawab ya…..
Afwan akh Arif yang kami hormati ana baru sempat buka blog ana. jadi komen antum baru ana tampilkan. saudaraku Arif yang semoga Allah memberi hidayah kepada ana dan antum dan memasukkan kita kedalam surga-Nya. Amin. Perlu diketahui apa yang saya tulis ini sebuah bentuk nasehat agar saya, salafiiyin dan ummat secara sebab terjaga dari kesesatan yang diakibatkan oleh Ihyaut turast dan orang yang menyimpang dan sesat, karena dalam agama kita, kita dibimbing untuk menjauhi orang yang sesat, menyimpang seperti Abduraham Abdul Kahliq, yayasan Ihyaut turats, Al-sofwa, Khawarij, Mutazilah, IAIN, IM dan yang lainnya. Insya Allah nanti akan ada pembahasan tersendiri tentag hal ini. Apa yang saya tulis ini bukan dalam rangkan semangat mencela tidak, saya hanya berusaha untuk mencari sebab untuk istiqamah dan menasehati saudara saya salafiyyin khusunya salafiyyin Jakarta dimana tempat saya tinggal akan bahayanya berm,uamalah dengan Ihyaut turats, IM, Khawarij dan lain-lain. mungkin kisah diabawah ini lebih memperjelas maksud ana.
قال أبو الوليد الباجي في كتابه (اختصار فرق الفقهاء) عند ذكر أبي بكر الباقلاني: لقد أخبرني أبو ذر وكان يميل إلى مذهبه الأشعري- فسألته: من أين لك هذا؟ قال: كنت ماشيًا مع أبي الحسن الدارقطني, فلقينا القاضي أبا بكر بن الطيب القاضي, فالتزمه الدارقطني وقبَّل وجهه وعينيه, فلما افترقا قلت: من هذا؟ قال: هذا إمام المسلمين والذابّ عن الدين, القاضي أبو بكر بن الطيب. قال أبو ذر فمن ذلك الوقت تكررت إليه مع أبي, فاقتديت بمذهبه
Berkata Abu Walid Al-Baajiy dalam kitabnya (Ikhtishar Firaqil Fuqaha) ketika menyebutkan keadaan Abu Bakr Al-Bakillany mengatakan : “ Sungguh telah menceritakan kepadaku Abu Dzar Al-Harawi bahwa ia condong kepada madzhab Al Asy’ari (firqah sesat –ed).” Maka saya bertanya dari mana kamu mendapatkan madzhab ini. Ia berkata : “Saya pernah berjalan bersama Abu Al Hasan Ad-Daruquthni (Imam Daruqutniy –ed) dan kami bertemu dengan Abu Bakr bin Ath Thayyib Al-Qadhi, lalu Ad-Daruquthni memeluknya dan mencium wajah dan kedua matanya, maka setelah kami berpisah dengannya, maka saya bertanya kepadanya (Imam Daruquthni -ed) siapa laki-laki tadi..?” Ia (Imam Daruquthi) menjawab : “Imamnya kaum muslimin, pembela islam, yaitu Al-Qadhi Abu Bakr bin At Thayyib.” Abu Dzar berkata : “Sejak saat itu saya berulang-ulang mendatanginya bersama ayahku dan akhirnya kami mengikuti madzhabnya.” (At-Tadzikrah : 3/1104-1105 dan As Syiar : 17/558-559)
Saya berkata (Syaikh Jamal bin Furaihan Al-Haritsi Hafidzahullah -ed) :
وجه الدلالة واضح جدا, إن السكوت عن أهل البدع, وعدم بيان بدعتهم, يغرّر بالآخرين الجاهلين عنها, فيقعون فيها.
“ Sisi pendalilan yang sangat jelas (dari kisah diatas –ed). Karena jika seorang ‘alim diam dalam permasalahan ahlu bid’ah dan tidak menjelaskan kebid’ahan mereka maka ia akan membahayakan orang lain yang jahil (bodoh) hingga akhirnya mereka dapat terjatuh dalam kebid’ahan pula.”
والأشد والأمرّ من ذلك إذا جاء الثناء على أهل البدع ممن يتسم فيه الصلاح والتقوى
“Dan yang lebih berbahaya serta lebih pahit lagi dari diamnya itu adalah apabila keluar ucapan-ucapan pujian terhadap ahlu bid’ah yang mungkin (pada dirinya) tampak keshalihan dan ketaqwaan.” (Dinukil dari kitab Lammur Ad-Durril Mantsuur Min Aqwalil Ma’tsur : 61, Darus Salaf)
Kalau akh arif ingin tahu lebi jauh tentang ihyaut turats, coba dengarkan atau bisa membaca hasil dari daurah Ustadz Luqman tentang Ihyaut Turats
http://www.ilmoe.com/4144/ustadz-luqman-mewaspadai-
tersebarnya-bahaya-khawarij-melalui-yayasan-ihya-at-turots-sesi-1-mp3.html
http://www.ilmoe.com/4148/ustadz-luqman-mewaspadai-
tersebarnya-bahaya-khawarij-melalui-yayasan-ihya-at-turots-sesi-2-mp3.html
dan jika ingin tahu tentang Al-Sofwa bisa klik disni http://www.salafy.or.id/2003/09/23/persaksian-al-ustadz-muhammad-umar-as-sewed/
terima kasih atas kunjungannya. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua
Ustadz 2 komentar ana tidak juga ditampilkan disini, semoga Allah memberikan kesehatan kepada antum utk menjawab komentar ana….
sudah ditampilkan
Afwn Ust Numpang IKLAN
Dari”madinahprint”
Kami bergerak dibidang PERCETAKAN. Bagi Bpk/Ibu yang ingin CETAK NOTA, FAKTUR, SURAT JALAN, SPANDUK, NEON BOX dll
Kami memberikan kemudahan dalam pelayanan “Bpk/Ibu pesan kemudian tinggal menunggu di kantor, toko, ruko, pabrik, rumah,kampus hasil CETAKAN Kami antar sampai tujuan”.
untuk wlyah JABODETABEK bebas ongkos kirim
lebih lengkap kunjungi kami : http://www.madinahprint.wordpress.com
Hp: 021-9248-7186
0813-8445-7797
Alamat: Jl.Raya Serang Km12,5 Komp Muhammadiyah Cikupa-Tangerang-Banten
heran ana, jelas2 di artikel ditulis penyebab kenapa rodja dan ustadz2nya di tahzir, masih juga byk yg ga ngerti2…atau pura2 ga ngerti? Wallahumusta’an.
Jazakallahu Khoir artikelnya akh…sangat bermanfaat buat ana, dan mudah2an bermanfaat juga buat orang2 yang benar2 ingin mencari mana yg benar dan mana yang salah, sedangkan bagi orang2 yg tetap loyal dan taklid kepada ihya at turats, rodja dan ustad2nya meskipun sudah tau penyimpangannya……ana ijin kopas ya?!
semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua, silahkan jazakumullahu khoir