Awas, Bahaya HOMOSEKS dan LGBT

6 02 2016

LGBT HaramLGBT adalah sebuah penyakit dan penyimpangan yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia, disamping LGBT adalah perbuatan dosa besar yang membinasakan seseorang didunia dan diakhirat. Lalu apa itu LGBT…?

L singkatan untuk Lesbian. Yaitu orientasi seksual seorang perempuan yang hanya mempunyai hasrat sesama perempuan.

G singkatan dari Gay. Yaitu orientasi seksual seorang pria yang hanya mempunyai hasrat sesama laki-laki.

B singkatan dari Bisexsual. Yaitu sebuah orientasi seksual seorang pria/wanita yang menyukai dua jenis kelamin baik pria/wanita.

T singkatan dari Transgender. Yaitu sebuah orientasi seksual seorang pria/wanita dengan mengidentifikasi dirinya menyerupai pria/wanita. (misalnya:waria)

Yang sangat mengkhawatirkan LGBT, homoseks telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke negeri-negeri kaum muslimin. Bahkan, ada pihak-pihak yang berusaha membela dan melegalkannya. Disamping itu tidak sedikit remaja dan para pemuda kaum muslimin yang terjatuh ke dalam kelamnya perbuatan LGBT.

Wahai Saudaraku, terkhusus kalian, wahai para pemuda, berhati-hatilah terhadap LGBT, homoseks adalah dosa besar yang akan membinasakan seseorang di dunia dan di akhirat. Berhati-hatilah juga terhadap hal-hal yang dapat mengantarkan kalian kepada perbuatan tersebut.

Bahaya-Bahaya Perbuatan Liwath (Homoseks)

Pertama, liwath (homoseks) adalah dosa yang tidak pernah dilakukan oleh sebuah kaum pun sebelum kaum Nabi Luth. Allah menimpakan kepada kaum Nabi Luth ini azab yang belum pernah diturunkan kepada siapa pun karena sangat jelek dan sangat berbahayanya perbuatan tersebut.

Allah Ta’aala berfirman,

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“(Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu? Sesungguhnya, kamu melampiaskan syahwatmu kepada sesama laki-laki, bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas’.” (al-A’raf: 8081)

Seorang khalifah Bani Umayyah yang membangun Masjid Jami’ Damaskus mengatakan, “Seandainya Allah tidak menceritakan kepada kita perbuatan yang dilakukan kaum Nabi Luth, aku tidak menyangka ada seorang laki-laki yang melampiaskan hawa nafsunya (berhubungan badan) kepada laki-laki lain.” (Tafsir Ibni Katsir 3/488)

Allah Ta’aala berfirman,

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ

“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami jungkir balikkan negeri kaum Luth dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Rabbmu. Siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim.” (Hud: 8283)

Al-Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Sungguh, Allah Ta’aala telah menyampaikan kepada kita kisah kaum Nabi Luth di banyak tempat di dalam kitab-Nya (al-Qur`an) yang mulia. Dia (Allah) telah membinasakan mereka disebabkan oleh perbuatan busuk mereka. Kaum muslimin dan orang yang beragama selain mereka sepakat bahwasanya perbuatan liwath termasuk dosa besar.” (Kitab al-Kaba`ir, Imam adz Dzhabi : 59)

Kedua, liwath (homoseks) adalah dosa besar yang dikhawatirkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan menimpa umatnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي عَمَلُ قَومِ لُوطٍ

Sesungguhnya, yang paling kutakutkan menimpa umatku adalah perbuatan kaum Nabi Luth.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani)

Semoga Allah menyelamatkan kita dan kaum muslimin dari bahaya dosa homoseks.

Ketiga, liwath (homoseks) akan menumbuhkan keengganan pemuda untuk menikah sehingga menyebabkan kemusnahan generasi manusia. Di samping itu, perbuatan ini menimbulkan bahaya-bahaya lain, seperti tersebarnya penyakit yang sangat berbahaya, berupa infeksi pada dubur, sifilis, gonore (kencing nanah), AIDS, dan sebagainya.

Keempat, liwath (homoseks) adalah dosa yang pelakunya dilaknat (dijauhkan dari rahmat Allah Ta’aala).

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ

Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth.” (HR. Ahmad, dinilai shahih oleh asy-Syaikh al-Albani)

Kelima, liwath (homoseks) adalah dosa besar yang pelakunya dihukum dengan dibunuh.

Dari Shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

Barang siapa yang kalian temui melakukan perbuatan kaum Luth (homoseks), bunuhlah pelaku dan orang yang menjadi objeknya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam al-Irwa` no. 2350)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Telah sepakat mayoritas atau seluruh sahabat untuk melakukan konsekuensi hadits ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, ‘Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berselisih pendapat tentang hukum bunuh bagi orang yang melakukan liwath, baik bagi pelakunya maupun bagi orang yang dijadikan objek. Akan tetapi, mereka berselisih pendapat tentang tata cara hukum bunuh tersebut. Sebagian mereka berpendapat bahwa caranya adalah dirajam dengan batu. Sebagian berpendapat bahwa caranya adalah dijatuhkan dari tempat yang paling tinggi di sebuah negeri. Sebagian lagi berpendapat bahwa pelaku dan objeknya sama-sama dihukum jika si objek ridha (dijadikan objek homoseks). Keduanya dihukum mati dalam keadaan apa pun, sama saja sudah pernah menikah atau belum. Sebab, dosa pelakunya sangat besar. Berbahaya jika keduanya berada di komunitas manusia. Keberadaan keduanya (pelaku dan objek) akan merusak secara maknawi komunitas manusia dan keutamaan (akhlak). Tidak diragukan bahwa kebinasaan mereka berdua lebih baik daripada kebinasaan manusia dan akhlak mulia’.” (Syarh Kitab al-Kaba`ir, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, hlm. 79)

Sebab-Sebab Terjatuh pada Dosa Homoseks

Sebab terjatuhnya seseorang pada perbuatan homoseks sangatlah banyak, di antaranya kami sebutkan sebagai berikut.

  1. Pendidikan yang buruk.

Pendidikan yang tidak baik mempunyai pengaruh yang besar dalam menjerumuskan seseorang ke penyimpangan, termasuk penyimpangan orientasi seksual yang di antaranya adalah melakukan homoseks.

  1. Memandang amrad (anak kecil atau remaja belia yang tampan, belum berkumis dan belum berjenggot).

Memandang amrad dengan syahwat haram hukumnya. Ada pemuda amrad yang ketampanannya melebihi kecantikkan wanita. Oleh karena itu, orang-orang saleh berhati-hati terhadap fitnah amrad.

  1. Teman yang buruk.

Teman yang buruk mempunyai pengaruh terhadap penyimpangan seseorang. Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Agama seseorang ditentukan oleh agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang menjadi temannya.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan Abu Dawud. At-Timidzi berkata, “Hadits hasan gharib.” Hadits ini dinilai shahih oleh al-Imam an-Nawawi)

Ketika seseorang bergaul dan berteman dengan orang yang jelek agamanya, menyimpang, dan rusak, dia akan terpengaruh oleh kejelekan yang ada pada temannya tersebut. Teman seperti ini bagaikan virus yang sangat berbahaya yang akan membuat hati orang yang bergaul dengannya menjadi sakit, menyimpang, dan akhirnya menjadi sama dengannya. Maka tak jarang kita mendengar seseorang menjadi seorang gay, atau lesbian gara-gara dia berteman dengan seorang gay atau lesbian. –naudzubillah-.

  1. Menunda nikah atau dipersulitnya urusan nikah.

Di antara sebab muncul dan menyebarnya berbagai perbuatan keji berupa zina, homoseks, dan sebagainya adalah menunda nikah dan dipersulitnya urusan nikah. Banyak pemuda yang menunda nikah dengan alasan melanjutkan studi atau mengejar karier, padahal mereka sudah wajib menikah. Banyak pula pemuda yang tidak segera menikah karena dipersulit dengan mahar yang tinggi atau sebab lainnya. Akhirnya, banyak pemuda yang terjerumus ke perbuatan-perbuatan keji tersebut.

  1. Sedikitnya rasa malu, takut, dan perasaan diawasi oleh Allah.

Perbuatan hina lagi menjijikkan tersebut tidaklah dilakukan kecuali oleh orang yang sedikit rasa malu dan takutnya kepada Allah dan tidak merasa diawasi Allah.

Obat bagi Penderita Homoseks, Lesbian, Gay dan Biseksual

  1. Bertobat kepada Allah dengan taubatan nashuha.

Jalan keluar bagi orang yang melakukan perbuatan dosa ini adalah bertobat kepada Allah dengan sebenar-benarnya—meninggalkannya, menyesalinya, dan berazam untuk tidak mengulanginya. Allah Ta’aala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ

Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubatan nashuha (tobat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (at-Tahrim: 8)

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (az-Zumar: 53)

  1. Bersungguh-sungguh dalam memerangi hawa nafsu dan bersabar atasnya.

Dia harus bersungguh-sungguh untuk memerangi hawa nafsu dan bisikan kejelekan dari jiwanya serta bersabar atasnya.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (al-‘Ankabut: 69)

  1. Menjauhi teman dan lingkungan yang buruk.

Menjauhi teman dan lingkungan yang buruk adalah bentuk tindakan preventif bagi seseorang agar tidak terjatuh ke perbuatan maksiat, dan sekaligus obat yang sangat bermanfaat. Betapa banyak orang yang bertobat dari perbuatan maksiat kembali melakukan perbuatan dosa dan maksiat karena masih berteman dengan orang yang buruk dan berada di lingkungan yang buruk pula.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan kita dari bahaya teman duduk yang jelek:“Sesunggunhnya perumpamaan teman duduk yang shalih dan teman duduk yang jelek, seperti seorang pembawa (tukang minyak wangi) dan pembuat pandai besi, maka orang yang membawa minyak wangi maka kemungkinan minyak wangi itu mengenaimu, atau engkau membelinya atau engkau mendapati bau yang harumnya. Dan pandai besi kemungkinan apinya akan membakar bajumu atau engkau mendapati bau yang tidak enak.“ (HR. Bukhari dan Muslim)

Berkata Al Haafidz Ibnu Hajar rahimahullah:“Pada hadits ini terdapat larangan dari bergaul kepada orang yang berdampak (jelek –ed) bagi agama dan dunia dan anjuran untuk bergaul kepada orang yang bermanfaat bagi agama dan dunia.” (Fathul Bari : 4/324)

  1. Memenuhi hati dengan cinta kepada Allah.

Memenuhi hati dengan kecintaan kepada Allah akan membuat seseorang malu untuk melakukan perbuatan maksiat, apalagi perbuatan maksiat yang begitu menjijikkan seperti homoseks atau LGBT. Banyak hal yang dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, di antaranya membaca dan menadaburi al-Qur`an, beribadah kepada Allah dengan ibadah-ibadah fardhu dan sunnah, selalu berzikir kepada Allah, menyaksikan berbagai kebaikan dan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, dan mengerjakan shalat malam.

  1. Menikah.

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah. Ketahuilah bahwa menikah mengandung kebaikan yang sangat banyak, di antaranya kesucian suami istri dan terjaganya mereka dari perbuatan maksiat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu menikah, hendaklah dia menikah, karena dengan menikah, dia dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.’ (Al-Hadits).” (al-Khuthab al-Minbariyyah fil Munasibat al-‘Ashriyyah hlm. 242 )

Demikian penjelasan tentang bahaya homoseks, lesbian, gay, bisexual dan penyebab serta obatnya. Semoga Allah menjauhkan dan menjaga diri kita dari hinanya perbuatan itu semua. (abdullah al- Jakarty)

Awas, Bahaya HOMOSEKS dan LGBT





Islam Tidak Mengajarkan Terorisme

6 02 2016

images2Untuk kesekian kalinya kita menyaksikan kesadisan dan kekejian aksi teroris dinegeri ini dan tidak menutup kemungkinan aksi teroris akan terulang kembali dimasa yang akan datang. Sebagaimana yang sama – sama kita saksikan, aksi teroris menyebabkan hilangnya harta bahkan sampai korban jiwapun melayang, sebuah perbuatan yang tidak dapat dibenarkan secara syar’i, akal dan fitrah yang lurus, dikarenakan beberapa hal, diantaranya:

Pertama: Perbuatan itu merupakan tindakan kedzaliman, yang Allah melarang kita untuk berbuat dzalim, sebagaimana Allah تعالى berfirman didalam hadist qudsi:

يَا عِبَادِى إِنِّى حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِى وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوا

Wahai hamba-hambaku Aku mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku, dan aku menjadikan kedzaliman haram diatara kalian, janganlah kalian berbuat dzalim.” (HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahhu ‘alaihi wasallam bersabda:

اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Berhati-hatilah dari perbuatan dzalim, dikarenakan kedzaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Setiap muslim atas muslim haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Kita tidak boleh berbuat dzalim baik itu sesama muslim ataupun orang kafir (non muslim)

Kedua: Sesuatu perkara yang ma’ruf (diketahui), bahwa syariat islam menjaga lima perkara yaitu, dien, jiwa, harta, kehormatan dan akal. Maka sangat jelas sekali aksi para teroris itu dari pemboman yang dengan sebab itu menghilangkan harta dan jiwa yang diharamkan untuk ditumpahkan darahnya merupakan tindakan yang bertentangan dengan syariat yang mulia ini dari menjaga jiwa, harta dan akal. Sebagaimana Allah Ta’aala berfirman:

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (al maidah:32)

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahannam, kekal ia didalamnya dan Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan adzab yang besar baginya.(An Nisa’ : 93)

Dan dalam sebuah hadist Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Setiap muslim atas muslim haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Adapun jika yang dibunuh orang kafir yang tidak boleh dibunuh, seperti kafir dzimmy (orang kafir yang tinggal di negeri kaum muslimin, tunduk dengan aturan-aturan yang ada dan membayar jizyah), atau mu’ahad atau musta’man (orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum Muslimin), merupakan sebuah dosa yang sangat besar. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

Barangsiapa yang membunuh Muahad (orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin untuk tidak saling berperang) tidak mencium bau harumnya surga, dan sesungguhnya bau harumnya surga tercium dari jarak 40 tahun perjalanan” (HR. Bukhari)

Dari sini sangatlah jelas apa yang dilakukan oleh para teroris itu, dari perbuatan pengeboman sehingga jatuh korban dan menghilangkan harta merupakan tindakan kedzaliman yang sangat bertentangan dengan syariat islam, disamping perbuatan para teroris itu mempunyai dampak yang sangat buruk untuk islam dan kaum muslimin secara khusus dan bangsa Indonesia secara umum. Dikarenakan disebagian aksi para teroris itu menamakan aksinya sebagai jihad atau menyandarkan kepada agama islam atau kebetulan para aksi pemboman itu sebagian mereka melaksanakan syariat islam dari syariat memelihara jenggot, atau berpakaian tidak isbal. Diantara dampak buruknya adalah :

Yang pertama: Membuat musuh-musuh islam dari orang – orang kafir dan munafiq dari dalam atau luar negeri mengesankan atau mengindentikkan islam dengan teroris atau menuduh ini perbuatan orang yang istiqamah terhadap agamanya, jelas ini perkataan yang bathil. Islam berlepas diri dari perbuatan para teroris itu, begitu juga orang-orang yang berpegang teguh kepada agamanya berlepas diri dari hal itu. Islam adalah agama yang haq dan rahmatan lilalamin (rahmat untuk seluruh alam) sebagaimana Allah تعالى berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ الإِسْلامُ

Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam.(Ali Imran : 19)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi” (Ali Imran : 85)

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.“ (Al Anbiya : 107)

Islam juga mengajarkan untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain, sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا ضرر وَلا ضِرَارَ

Tidak boleh (melakukan sesuatu) yang berbahaya dan menimbulkan bahaya (bagi orang lain)“ (HR. Ibnu Majah, Daruqutni dan selainnya dari Abu Said Al Khudri dan dishahihkan oleh Syaikh al AlBani)

apakah masuk diakal orang yang mengatakan aksi teroris dengan menaruh bom dan mencelakakan orang bagian dari islam…!!! Sedangkan islam melarang kita untuk berbuat yang dapat membahayakan diri kita dan orang lain. Berfikirlah wahai orang – orag yang berakal… !!!

Begitu juga islam mengajarkan untuk membunuh dengan cara yang baik, seperti membunuh tikus misalnya dengan tidak menyiksanya, islam juga mengajarkan menyembelih hewan dengan membaguskan cara menyembelihnya, seperti dengan pisau yang tajam, sebagai perbuatan baik kepada hewan sembelihan, sebagaimana hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist, bahwasannya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

Sesungguhnya Allah telah menetapkan untuk berbuat baik dalam segala sesuatu, maka apabila kalian membunuh maka perbaguslah dalam membunuh dan apabila menyembelih perbaguslah dalam menyembelih dan tajamkanlah salah seorang dari kalian pisaunya dan menenangkan sembelihannya. “ (HR. Muslim)

kalau islam mengajarkan untuk kita berbuat baik kepada hewan lalu bagaimana tidak mengajarkan untuk berbuat baik kepada orang lain….!!! Maka apakah bisa dikatakan orang yang berakal orang mengatakan islam sebagai agama teroris…!!!

Begitu juga islam agama yang menjaga lima perkara yaitu menjaga, dien, jiwa, harta, kehormatan dan akal. Sedangkan para teroris itu tidak segan-segan untuk membunuh orang, berapa banyak akibat dari ulah mereka orang meninggal dunia dan kehilangan harta, sedangkan Allah Ta’aala berfirman

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahannam, kekal ia didalamnya dan Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan adzab yang besar baginya.(An Nisa’ : 93)

Dan dalam sebuah hadist Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Setiap muslim atas muslim lainnya haram darah, harta dan kehormatannya.(HR. Muslim)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pub bersabda dalam hadist lain tentang haramnya membunuh orang-orang kafir yang tidak boleh dibunuh

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

Barangsiapa yang membunuh Muahad (orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin) tidak mencium bau harumnya surga, dan sesungguhnya bau harumnya surga tercium dari jarak 40 tahun perjalanan” (HR. Bukhari)

Bahkan mereka membunuh diri-diri mereka sendiri dengan aksi bom bunuh diri

Padahal Allah Subhaanahu wata’aala berfirman,

وَلا تَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرًا

Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. dan Barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (an-Nisaa’: 29-30)

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنَ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِى يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِى بَطْنِهِ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ شَرِبَ سَمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَحَسَّاهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَرَدَّى فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

Barangsiapa yang membunuh dirinya (sendiri) dengan besi tajam maka orang tersebut akan menusuk-nusuk perutnya dengan besi tersebut di dalam neraka jahannam selama-lamanya. Barangsiapa meminum racun untuk kemudian membunuh dirinya (sendiri dengan itu). Maka dia akan merasakan sakitnya di neraka selama-lamanya. Barangsiapa yang menjatuhkan diri dari atas gunung maka dia akan menjatuhkan dirinya dari atas gunung selama-lamanya.” (HR. Muslim no. 313)

Dan dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَىْءٍ فِى الدُّنْيَا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dan barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan sesuatu di dunia, maka pada hari kiamat dia akan diadzab dengan yang serupa (yang dia gunakan untuk bunuh diri -ed).” (HR. Muslim no. 316)

Jelaslah apa yang dilakukan para teroris itu merupakan hal yang bertentangan dengan syariat islam bahkan perbuatan dosa besar.

Sebagian khawarij membuat kerancuan (syubhat) dengan mengatakan aksi yang mereka lakukan dari aksi bunuh diri ada dalilnya, ada shababat yang pernah melakukannya.

Tentang hal ini asy Syaikh DR Muhammad bin Hadi pernah ditanya dengan pertanyaan

شيخنا حفظكم الله -وإياكم- بعض الملبسين يُجَوِّز العمليات الانتحارية ويستدل بأن بعض الصحابة انتحر

Wahai syaikh kami semoga Allah menjagamu, sebagian orang yang memiliki syubhat atau kerancuan membolehkan perbuatan bom bunuh diri berdalil ada sebagian shahabat yang melakukan aksi bunuh diri…?

Beliau menjawab

هذا كذب.

  • أولًا: أن بعض الصحابة انتحر؟ كذبٌ، وأقول ذلك بِمِلْء فَمِي! وله من الآن وحتى ما شاء، أن يأتينا بواحدٍ من الصحابة انتحر، ويأتينا بنصوص أهل العلم على أنهُ انتحر، هذا أولًا.
  • ثانيًا: نعم هم يستدلون بقضية حصار الصحابة -رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُم- للحديقة يوم اليمامة، في حروب الردّة، ليس هذا في قبيل ولا دبير من العمليات الانتحارية، لأنَّ الذي يُلقى من فوق السور قد يفتح الباب ويسلم، وقد يُجرح، يُصوّب من قبل العدو، وقد يُقتل، فمَظِنَّةً القتل غير مقطوع بها، أما هذا هو يقتلُ نفسهُ، إذا سحب الحزام الناسف تقطع أشلاء، لا تكاد تُعرف بعد ذلك شخصيتهُ، فالهلاك هنا مُحقق، وهناك مظنون، فالقياس لهذه الصورة على هذه الصورة قياسٌ مع الفارق، وإذا كان قياسًا مع الفارق بَطَلَ القياس وحينئذٍ، إذا بطل القياس الذي هو الدليل بَطَلَ الاستدلال.

Ini dusta!

Pertama, saya katakan ada sebagian shahabat melakukan aksi bunuh diri…? ini dusta. Aku katakan hal itu dengan sepenuh mulutku dan baginya dari sekarang sampai waktu yang dia kehendaki untuk mendatangkan dalil bahwa ada seorang sahabat yang melakukan aksi bunuh diri, dan meminta kepada dia untuk mendatangkan penjelasan dari ulama bahwa apa yang dilakukan sahabat itu adalah aksi bunuh diri. Ini yang pertama.

Kedua, iya, mereka berdalil dengan sebuah kejadian ketika para sahabat mengepung sebuah kebun pada perang Yamamah (ketika perang menghadapi orang-orang murtad). Akan tetapi, pada kejadian tersebut tidak menunjukan akan perbuatan bunuh diri, dikarenakan sahabat yang dilemparkan dari atas pagar dalam keadaan selamat dan berhasil membuka pintu gerbang. Walaupun tindakannya itu bisa membuat dia terluka atau mendapat serangan musuh bahkan ada kemungkinan terbunuh, akan tetapi kemungkinan terbunuh masih kecil dan tidak bisa dipastikan.

Adapun orang yang melakukan bom bunuh diri maka dia telah membunuh dirinya. Ketika bomnya meledak, maka menghancurkan seluruh tubuhnya bahkan hampir dirinya tidak dikenali. Maka perbuatan bom bunuh diri ini bisa dipastikan mendatangkan kematian. Adapun tindakan sahabat di atas tidak dipastikan mendatangkan kematian, maka mengqiyaskan perbuatan sahabat dan tindakan bom bunuh diri adalah qiyas yang berbeda, sehingga qiyasnya bathil. Dan kalau qiyasnya bathil maka tidak bisa dijadikan dalil.”(Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/1091 dan Forum Salafy Indonesia)

Islam juga mengajarkan untuk menyingkirkan gangguan dari jalan baik itu duri ataupun yang lebih kecil dari itu. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasallam bersabda:

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً ، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

Iman itu ada 73-79 cabang. Yang paling utama adalah ucapan Laa Ilaha Illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan; dan malu salah satu cabang iman.” (HR. Mutafaqun Alaihi dan ini lafadznya Imam Muslim).

Apakah masuk diakal kalau gangguan dijalan saja kita diperitahkan untuk menyingkirkannya, agar orang tidak celaka disebabkan karena gangguan tersebut lalu ada orang yang mengatakan islam identik dengan teroris atau orang yang melakukan aksi teroris adalah orang-orang yang istiqamah terhadap agamanyanya….!!! tidak ada yang mengatakan perkataan seperti itu kecuali ada tiga kemungkinan, kemungkinan yang pertama orang yang bodoh terhadap ajaran islam atau kemungkinan yang kedua orang yang tertipu atau kemungkinan yang ketiga musuh-musuh islam.

Maka jelaslah bagi orang yang berakal dari pejelasan diatas, bathilnya perkataan yang mengatakan atau mengesankan islam sebagai agama teroris atau orang yang berpegang teguh terhadap agamanya adalah orang-orang yang melakukan aksi pemboman. Bahkan sebagian orang yang mengatakan islam indentik dengan teroris atau mengatakan islam agama teroris adalah para teroris sejati, contohnya Amerika dan negara – negara yang membantu dalam pembantaian, penindasan peneroran dan pembombardiran disebagian negara kaum muslimin bukankah itu tindakan terorisme, itulah mereka para teroris, teroris teriak teroris. Semoga Allah menghancurkan negara Amerika, Yahudi, dan siapa saja yang menginginkan kejelekkan terhadap islam dan kaum muslimin.

Begitu juga apa yang dilakukan oleh sebagian dari orang-orang sesat dari kalangan khawarij dari aksi pemboman yang dilakukan di negeri ini yang kebetulan sebagian dari mereka melaksanakan sebagian dari syariat islam, seperti memelihara jenggot atau berpakaian tidak isbal, mereka adalah orang-orang sesat, apa yang dilakukan mereka sama sekali bukan jihad, jihad ada aturan syar’inya, beda jihad dengan aksi terorisme mereka. Itulah mereka orang – orang bodoh, karena tindakan bodoh merekalah para musuh-musuh islam dan orang-orang bodoh mendzalimi kaum muslimin.

Wahai para teroris khawarij, apakah membunuh orang islam dengan sengaja kalian anggap sebagai jihad sedangkan Allah Ta’aala berfirman

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahannam, kekal ia didalamnya dan Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan adzab yang besar baginya.(An Nisa’ : 93)

Dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Setiap muslim atas muslim haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Apakah membunuh orang kafir yang tidak boleh dibunuh kalian katakan jihad, sedangkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

“Barangsiapa yang membunuh Muahad (orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin) tidak mencium bau harumnya surga, dan sesungguhnya bau harumnya surga tercium dari jarak 40 tahun perjalanan” (HR. Bukhari )

Apakah aksi teroris mereka mereka namakan jihad sedangkan makna, hakekat dan syarat-syarat jihad saja mereka tidak mengetahuinya apalagi ada pada diri mereka. Bukan jihad yang mereka lakukan tapi aksi bodoh dari para teroris khawarij.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah: “Bahwasanya segala keharaman dari kekufuran, kefasikkan dan kemaksiatan dilakukan oleh seorang hamba karena kebodohannya” (Majmu’ Fatawa 14/22)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

فإنهم لم يكن أحد شرا على المسلمين منهم لا اليهود ولا النصارى فإنهم كانوا مجتهدين في قتل كل مسلم لم يوافقهم مستحلين لدماء المسلمين وأموالهم وقتل أولادهم مكفرين لهم وكانوا متدينين بذلك لعظم جهلهم وبدعتهم المضلة

Maka sesungguhnya mereka (orang2 Khawarij) tidak ada seorangpun yang lebih besar kejelekkannya atas kaum muslimin dari mereka, tidak Yahudi dan tidak pula Nasrani. Sungguh mereka bersungguh-sungguh dalam membunuh setiap muslin yang tidak mencocoki mereka, menghalalkan darah kaum muslimin dan harta mereka, membunuh anak-anak mereka , mengkafirkan mereka itu semua mereka lakukan dengan keyakinan bentuk dari menjalankan agama hal itu dikarenakan kebodohan dan bid’ah mereka yang menyesatkan. (Minhajus Sunnah:5/128)

Yang Kedua: Apa yang dilakukan oleh para teroris dari aksi pemboman menyebabkan kalangan awam dari kaum muslimin menjadi takut atau phobi terhadap islam dan orang -orang yang berpegang teguh terhadap agamanya, dari memelihara jenggot, memakai hijab, berpakaian tidak isbal dan menjalankan syariat islam lainnya, dikarenakan sebagian dari mereka para pelaku pemboman (teroris) menyadarkan perbuatannya atas nama jihad atau mengatasnamakan agama. Hal ini dikarenakan jauhnya mereka (kaum muslimin) dari agama yang benar sehingga mereka tidak bisa membedakan yang mana orang-orang shaleh dan yang mana orang-orang sesat, sehingga mereka phobi terhadap islam dan orang yang konsisten terhadap agamanya.

Yang ketiga : Tindakan atau aksi para teroris itu sedikit banyak menggangu keamanan atau stabilistas daerah tertentu atau bahkan negara, hal ini jelas akan mempengaruhi aktivitas kaum muslimin baik aktivitas untuk kepentingan dunianya atau agamanya. Sedangkan keamanan adalah sebuah nikmat Allah yang wajib kita jaga. Jika kondisi negara kita tidak aman maka kita semua yang merasakan mudharatnya.

Dan dampak jelek lainnya bagi islam dan kaum muslimin secara khusus dan negeri ini secara umum.

 

Nasehat untuk kaum muslimin

Wahai kaum muslimin, kita telah mengetahui apa yang diperbuat oleh para teroris dari aksi teror tidak dibenarkan sama sekali dalam agama islam, islam dan kaum muslimin berlepas diri dari tindakan terorisme mereka. Jika ada sekelompok orang yang melakukannya lalu mengatasnamakan agama atau jihad meraka adalah orang-orang sesat dari sekte khawarij yang jauh-jauh hari Nabi kita memperingatkannya.

Namun perlu diketahui wahai kaum kaum muslimin, tidak benar menjadikan tanda-tanda seseorang itu teroris seperti kalua dia berjengot, tidak isbal (memakai pakaian diatas mata kaki), memakai hijab apalagi mengolok-ngolok hal ini, karena ini semua bagian dari syariat islam. Bukan ciri-ciri teroris khawarij. Tidak boleh diolok-olok walaupun bercanda.

Allah Ta’aala berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (at-Taubah:65-66)

Berkata asy-Syaikh Al Allamah Abdurrahman Nashir As Sa’di: “Sesungguhnya mengolok-ngolok Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya adalah kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari agama, dikarenakan pokok agama adalah mengaggungkan Allah, agama dan rasul-Nya. Dan mengolok-ngolok dengan hal tersebut meniadakan pokok agama ini dan bertolak belakang dengan sebesar-besar bertolak belakang.” (Taisirul Karimir Rahman pada ayat ini)

Tidak dibenarkan pula mendzalimi dengan mencibir atau memvonis seseorang sebagai teroris hanya karena semata-mata dia berjengot, memakai cadar, pakaiannya tidak isbal padahal yang dicela dan divonis sebagai teroris hanya karena semata-mata hal tersebut juga mengecam aksi terorisme dan berlepas diri darinya. Apakah karena dosa orang lain seseorang harus menanggungnya. Allah Ta’aala berfirman:

لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ

“Kamu tidak mendzalimi orang dan tidak (pula) didzalimi. “ (Al Baqarah : 279)

Allah Ta’ala berfirman

وَلا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

“Dan tidaklah seseorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri dan seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.“ (Al An’aam : 164)

Rasulullah shallallahhu ‘alaihi wasallam bersabda:

اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berhati-hatilah dari perbuatan dzalim, dikarenakan kedzaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Semoga Allah menjaga negeri ini dan negeri-negeri kaum muslimin lainnya dari segala kejelekkan. Diantaranya dari para teroris khawarij. (abdullah al Jakarty)

Baca entri selengkapnya »





Apa Kata Iman Syafi’i Tentang Syiah

6 02 2016

3





Mengenal Lebih Jauh TokohTeroris Syiah yang Dieksekusi Pemerintah Saudi

6 02 2016

Siapakah Nimr al-Nimr, Tokoh Syiah yang Dieksekusi Arab Saudi ?

imagesPemerintah Arab Saudi telah resmi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatiknya dengan Iran, negara Syiah terbesar di dunia, setelah kantor Kedubes Arab Saudi di Teheran porak poranda akibat amuk massa kaum Syiah di negeri itu. Amukan massa Syiah terhadap Kedubes Arab Saudi itu dilatarbelakangi eksekusi mati yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap 47 narapidana terkait aksi terorisme, Sabtu 2/1/2016.

Diantara 47 orang narapidana kasus terorisme yang dieksekusi pemerintah Arab Saudi itu, terselip nama Nimr Baqr Amin al-Nimr, seorang tokoh Syiah berkebangsaan Arab Saudi. Lulusan Universitas Qum Teheran ini memiliki daftar panjang berisi pembangkangan terhadap pemerintah Arab Saudi. Bukan hanya provokasi ataupun hasutan untuk memberontak namun juga terlibat sejumlah aksi baku tembak dengan aparat keamanan Saudi.

Pria kelahiran Al-Awamiyah, Provinsi Timur Arab Saudi ini cukup populer di kalangan pemuda karena sikapnya yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintah Saudi, khususnya yang berkaitan dengan hak-hak kaum Syiah di Saudi. Pernah menyuarakan perlunya diadakan pemilu di Arab Saudi bahkan menggemborkan pemisahan diri wilayah Qatif dan Al Ihsa’ dari Arab Saudi jika hak-hak kaum Syiah tidak dihormati. Qatif dan Al Ihsa’ merupakan dua wilayah Arab Saudi berpenduduk mayoritas kaum Syiah.

Pada tahun 2012, setelah menggalang serangkaian aksi demonstrasi melawan aparat keamanan yang berujung pada insiden baku tembak, al-Nimr tertangkap dan ditahan oleh aparat. Sepak terjang Nimr al-Nimr dinyatakan berakhir setelah pada 15 Oktober 2014 Pengadilan Pidana Khusus Arab Saudi menjatuhkan vonis mati dengan dakwaan membangkang terhadap pemerintah dan melakukan perlawanan bersenjata terhadap aparat keamanan. Pemerintah Arab Saudi memastikan Nimr al-Nimr tidak akan lagi membuat kekacauan lagi setelah Sabtu lalu, al-Nimr menemui ajalnya di tangan algojo.

Seberapa jauhkah sebenarnya sepak terjang tokoh Syiah yang satu ini hingga mampu membuat situasi Timur Tengah semakin memanas ? Berikut daftar kejahatan dan pembangkangan Nimr al-Nimr sejak lebih dari satu dekade.

2002

Al-Nimr secara rutin memprovokasi massa dengan menuding pejabat pemerintah dan aparat keamanan melakukan penistaan agama Islam. Dalam khutbah yang rutin dilakukan di Masjid Imam Hussain, Al Awamiyyah, al-Nimr memprovokasi rakyat Saudi untuk bangkit melawan pemerintah kerajaan.

2009

Melancarkan seruan perlunya diadakan pemilu, dan mengajak wilayah-wilayah berpenduduk mayoritas Syiah untuk memisahkan diri dari Arab Saudi, serta membentuk sebuah negara Syiah bersatu.

2011

Di Qatif, berhasil menyulut aksi brutal massa Syiah setelah melakukan orasi yang berisi tudingan bahwa pemerintah Arab Saudi serta aparat keamanan sebagai pengacau dan pembunuh warga Syiah di Arab Saudi.

2012

Al-Nimr tanpa henti memprovokasi warga untuk melawan aparat pemerintah hingga terlibat baku tembak dengan aparat keamanan yang berujung dengan penangkapan dirinya. Ironisnya, perlawanan terhadap pemerintah Arab Saudi ini dilakukan pada saat istrinya tengah menjalani pengobatan penyakit kanker di Amerika dengan biaya pemerintah Arab Saudi.

2014

Sepak terjang Nimr al-Nimr akhirnya bisa diredam setelah pengadilan memberi vonis mati pada 15 Oktober 2014. Dan benar-benar berakhir ketika al-Nimr menemui ajal bersama 46 narapidana terorisme lainnya, Sabtu, 2/1/2016 lalu. fs

Baca juga || http://serambiharamain.com/siapakah-nimr-al-nimr-tokoh-syiah-yang-dieksekusi-arab-saudi/

 





ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN Menumpas Angkara Murka Kejahatan dan Para Perusak di muka bumi ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN Menumpas Angkara Murka Kejahatan dan Para Perusak di muka bumi

6 02 2016

ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN

imagesMenumpas Angkara Murka Kejahatan dan Para Perusak di muka bumi Terorisme, al-Qaeda,  ISIS,  Khawarij dan Syi’ah

~~~~~~~~~~~~~~

Allahu Akbar ….

Inilah salah satu upaya nyata Kerajaan Arab Saudi dalam memerangi terorisme yang banyak dipraktekkan oleh kaum Khawarij dan Syi’ah.

Pedang rahmat dan keadilan telah mengeksekusi 47 teroris : Rafidhah, Khawarij,  Zindiq ….

Di antaranya :
Tokoh Syiah Internasional : Namir an-Namir.
Tokoh Khawarij : Faris Alu Syuwail
dan sekian nama lainnya.

Allah Ta’ala telah memberikan taufiq yang besar kepada negeri tauhid UNTUK BERBUAT NYATA demi Islam dan Muslimin,  ….  Ini merupakan sekian upaya nyata darimu wahai Raja Salman bin ‘Abdul Aziz….
Setelah sebelumnya…

Koalisi dan Operasi Militer “Asifatul Hazm” menyambut permintaan Pemerintah Yaman,  yang meminta tolong mengentaskan negeri tersebut dari Krisis Kemanusiaan akibat kejahatan kaum Pemberontak Syiah Hutsi yang bengis dan jahat.
Koalisi Militer Islami untuk pemberantasan terorisme

Sekarang eksekusi mati para teroris,  para perusak di muka bumi…

di samping berbagai langkah nyata lainnya.

Sungguh kita sebagai kaum yang beriman benar bersyukur kepada Allah, dan memberikan dukungan kepada Kerajaan Saudi Arabia. Karena negara tersebut berjalan di atas prinsip al-Qur’an dan as-Sunnah berdasarkan prinsip para salafus shalih.
Jangan pedulikan tanggapan negatif corong Syiah internasional, Iran.

Hai’ah Kibarul Ulama di Kerajaan Arab Saudi menegaskan :
“Eksekusi atas keputusan pengadilan ini merupakan upaya mendapatkan ridha Allah Taala dengan cara menerapkan Syari’at-Nya.”
(sumber : ArabNews)

Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia
“Pelaksanaan hukum-hukum syar’i merupakan rahmat dan kemashlahatan bagi umat manusia. Sekaligus melindungi mereka dari kejelekan dan mencegah terjadinya berbagai kekacauan di tengah-tengah mereka.”
(sumber : ArabNews)

Tindakan Pemerintah Arab Saudi ini bukanlah tindakan politik istana kerajaan terhadap para oposisi yang dinilai membahyakan politiknya, sebagaimana dituduhkan oleh sebagian pihak. Namun ini adalah TINDAKAN DEMI MENJALANKAN KEWAJIBAN HUKUM SYAR’I

••••••••••••••••••••
Majmu’ah Manhajul Anbiya
Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya





Syukur dan Dukungan Terhadap Kerajaan Islam Arab Saudi Atas Ditegakkannya Hukum Had terhadap 47 teroris dan penjelasan atas sikap Iran yang beraksi negatif

6 02 2016

Semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang sebaik-baiknya kepada Kerajaan Arab Saudi, atas tindakan menegakkan hukum had syar’i kepada orang berhak.

Berikut penjelasan Ulama Besar Asy- Syaikh DR. Rabi’ bin Hadi al Madkholi

بسم الله الرحمن الرحيمbendera-saudi-800x445
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه،
أما بعد:

 Setiap muslim yang merasa mulia dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya — shallallahu alaihi wa sallam — dan sunnah para Khulafaur Rasyidin — radhiyallahu ‘anhum — pasti bergembira atas amal yang ditegakkan oleh Kerajaan Islam Saudi Arabia,  yaitu menegakkan hukum Allah terhadap sejumlah teroris Baca entri selengkapnya »





Mengapa Memojokkan Saudi Arabia

6 02 2016

bendera-saudi-800x445Tragedi desak-desakan jamaah haji Kamis 10 Dzuhijjah 1436 H (24/09/15) kemarin merupakan salah satu ujian berat dari Allah Penguasa alam raya ini.

Jutaan jama’ah haji berada di Mina bergerak menuju satu titik ke arah Jamarat untuk melakukan lempar jumrah Aqobah. Dengan BERTALBIYAH, dan BERTAKBIR dalam keadaan BERIHRAM, meniru Nabi besar mereka, sang uswah hasanah dan pimpinan umat ini,  Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Namun Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Bijak telah mentaqdirkan,  ajal menjemput sebagian para jama’ah yang sedang khusyu’ melaksanakan rukun Islam kelima tersebut. Allah taqdirkan mereka wafat di tempat yang suci nan mulia,  di tanah haram, dalam keadaan bertakbir, bertalbiyah, dan berihram.

Semoga mereka keluar dari sempi  dan panasnya dunia,  serta dari berbagai kesulitan dunia ini,  menuju kelapangan dan kesejukan akhirat serta meraih nikmat di akhirat. Semoga Allah membangkitkan mereka dalam keadaan bertalbiyah sebagaimana mereka meninggal dalam keadaan bertalbiyah. Ketika salah seorang shahabat ada yang meninggal ketika haji dalam keadaan berihram, beliau memerintahkan untuk tidak menutup kepalanya dan tidak diberi minyak wangi,  seraya beliau bersabda,

إنه يبعث يوم القيامة ملبيا

“Sesungguhnya Allah akan membangkitkan dia pada hari kiamat nanti dalam keadaan bertalbiyah.”

Semoga Allah memuliakan para jama’ah haji yang wafat,  sungguh ini insya Allah merupakan penutup yang baik dan akhir kehidupan yang berbahagia. Semoga keluarganya yang ditinggal diberi kesabaran dan ketabahan.

Semoga para jama’ah yang mengalami cidera dan luka-luka bisa segera sembuh seperti sedia kala.

Pemerintah Saudi Arabia telah berupaya memberikan yang terbaik dalam mencurahkan segala pelayanan demi kenyamanan para jama’ah haji. Sungguh kerja keras Pemerintah Saudi Arabia lebih dari cukup.

Segala upaya pelayanan terbaik telah dilakukan, kerja keras telah dikerahkan, trilyunan riyal telah dikeluarkan,  sumber daya manusia yang terbaik kualitas dan kuantitasnya telah diterjunkan, ditambah dengan perhatian besar dari raja,  menteri,  gubenur,  dan para pejabat penting lainnya. Sungguh merupakan khidmat BESAR yang BELUM ADA BANDINGANNYA. Hanya orang-orang dengki dan menyimpan permusuhan sajalah yang mengingkari hal ini.

…………………………

Namun sayang,  di tengah musibah Mina tahun ini,  yang semestinya membuat kita banyak-banyak introspeksi diri dan banyak beristighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, muncul suara-suara provokasi untuk memojokkan pemerintah Saudi Arabia.

Yang paling keras bersuara dalam hal ini adalah IRAN.  Melalui pejabat-pejabat resminya, Iran terang-terangan menghujat Saudi.

Iran terang-terangan menyebut tragedi Mina sebagai kejahatan yang dilakukan otoritas Saudi terhadap para jamaah haji.

“Kami akan mendorong pengadilan internasional dan dunia internasional untuk mulai mengadili Saudi atas kejahatan mereka terhadap jamaah haji,” cetus Jaksa Agung Iran Ebrahim Raisi seperti dikutip kantor berita ISNA dan dilansir Reuters, Senin (28/9/2015).

“Ini bukan ketidakmampuan, tapi ini sebuah kejahatan,” tegas Raisi kepada televisi setempat, IRIB.

Sebelumnya,  Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyatakan Arab Saudi harus meminta maaf atas insiden yang terjadi di Mina. “Daripada menuduh ini dan itu, Saudi harus menerima tanggung jawab dan meminta maaf kepada umat Islam dan keluarga korban,” kata Khamenei dalam situs resminya, Minggu (27/9).

Iran sangat gencar menebarkan opini guna menjatuhkan kredibilitas Saudi Arabia di berbagai media. Bahkan Sabtu (26/09) kemarin, orang-orang Syi’ah menggelar demo di Teheran memprotes Saudi, sambil meneriakkan yel-yel, “Matilah Dinasti Saudi!!”

Mengapa Iran begitu gencar menciptakan opini bahwa Saudi-lah biang dari tragedi Mina?  ADA APA DI BALIK INI?

Padahal di lapangan, para saksi melaporkan bahwa berdesak-desakannya jama’ah haji di Mina bermula ketika ratusan jamaah haji Iran BERGERAK MELAWAN ARUS. Menyusul harian Syarq Ausath melansir pengakuan petugas haji Iran bahwa 300 jamaah haji Iran MENYALAHI aturan gelombang melempar jumrah.

Lebih aneh lagi,  ketika media Iran dan Lebanon menuding Pangeran Muhammad Salman Al-Saud sebagai penyebabnya.  Yaitu ketika Sang Pangeran tiba di lokasi dengan iring-iringan.  Inilah yang menyebabkan arus jama’ah haji terhenti secara tiba-tiba.

Lebih lucu lagi,  versi lain menyebutkan bahwa karena kehadiran Raja Salman sendiri….

Sangat kentara sekali jika berita tersebut hanya MENGADA-ADA dan DIPAKSAKAN untuk mencari kambing hitam.

Sementara tidak ada satu pun saksi mata yang menyaksikan kehadiran Pangeran Muhammad Salman atau pun Raja Salman.

Bahkan video yang disebarkan sebagai bukti kehadiran Pangeran Muhammad Salman atau Raja Salman ternyata adalah peristiwa pada tahun 2012!!

Ini benar-benar mengingatkan kita, bahwa Syi’ah adalah kaum PENDUSTA. Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah telah menegaskan, “Aku tidak pernah melihat pengekor hawa nafsu yang lebih DUSTA ucapannya,  dan lebih BERANI BERSAKSI PALSU dibandingkan kaum Rafidhah.” (al-Laalika’i 8/1457).

Imam besar kaum muslimin mempersaksikan bahwa Syiah adalah kaum yang paling PENDUSTA.

MENGAPA SYI’AH begitu gencar melakukan propaganda? Apakah memang ini merupakan upaya sistematis untuk menutupi kenyataan di lapangan? Apakah Syi’ah KETAKUTAN jika kenyataan tersebut terungkap?

Sementara kita tahu,  berkali-kali keributan dan kekacauan di musim haji,  bahkan sampai membawa korban ribuan nyawa jamaah haji,  TERNYATA TIDAK LEPAS DARI SYI’AH IRAN di balik itu semua.

Bahkan kekejaman berdarah di Tanah Haram terhadap jama’ah haji oleh kaum SYI’AH, merupakan fakta kelam yang dicatat oleh sejarah dan disaksikan oleh umat.

……………

Sangat disesalkan, banyak media yang terwarnai dengan Iran, termasuk media-media nasional ternama di negeri ini. Kaum Liberal pun tak ketinggalan ikut menghujat Saudi.

Sehingga tragedi Mina 1436 H,  yang sebenarnya merupakan musibah yang bisa diteliti apa sebab musababnya dengan hati yang jernih sekaligus menunjukkan kelemahan manusia sebagai hamba Allah Yang Maha Perkasa, malah bergeser menjadi upaya untuk menjatuhkan kredibilitas Saudi Arabia di mata dunia dan tudingan terhadap Saudi sebagai biang keladinya.

…………………………

Pergeseran ini semakin membuat simpang siur informasi. Pemberitaan di media dan statemen para tokoh sudah tidak murni lagi,  tapi sarat dengan kepentingan. Padahal perlu diingat,  bahwa:

1 IRAN yang beragama Syiah itu menaruh permusuhan dan kebencian yang sangat besar terhadap kaum muslimin. Terutama negeri Saudi Arabia, negara Tauhid dan Sunnah. Berkali-kali Syiah berbuat kekacauan,  kekerasan,  dan aksi berdarah pada musim haji. Salah satu misi utamanya adalah menjatuhkan Saudi Arabia.

Jadi, jangan heran jika dalam tragedi Makkah kali ini,  Syiah Iran benar-benar gencar memanfaatkannya untuk kepentingan jahatnya.

2 Syiah sangat berkepentingan dengan internasionalisasi Makkah – Madinah. Sehingga kejadian Mina ini benar-benar dimanfaatkan oleh Iran untuk menuding Saudi tidak cakap mengurus Makkah – Madinah.

3 Terjadi perbincangan di Sosmed tentang adanya niatan IRAN menyusupkan orang-orang dari Asia dan Afrika untuk membawa misi membuat kekacauan pada tempat pelaksanaan haji tahun ini.

Benarkah berita ini? Tentunya Iran sendiri yang bisa menjawabnya.

Namun, jika mengingat :

keyakinan kaum Syiah bahwa taqiyyah adalah bagian penting dalam agamanya,  dan

Syiah adalah kaum yang paling berani bersaksi palsu,

Maka sangat besar kemungkinan Syiah akan mengingkari fakta tersebut begitu saja.

4 Dunia telah menyaksikan, pada peristiwa jatuhnya Crane beberapa hari sebelumnya,  bagaimana sikap jujur dan sportif ditunjukkan oleh Pemerintah Saudi Arabia. Tanpa tedeng aling-aling,  Saudi mengumumkan hasil investigasi, dan memberikan kompensasi yag sangat besar. Untuk itu Saudi Arabia harus mengeluarkan trilyunan riyal.

Padahal Saudi tidak pernah main-main dalam urusan memberikan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan terhadap jama’ah haji.

Sekedar penggambaran,  berikut tulisan yang tersebar di sosmed menunjukkan kepada kita sejauh mana keseriusan Pemerintah Saudi Arabia dalam memberikan pelayanan haji.

Jamaah haji setiap tahun yang jumlahnya diperkirakan mencapai 4 juta orang, membutuhkan manajemen dan pengelolaan yang ekstra tinggi dan kerja keras tiada henti. Beberapa hal kecil yang bisa dilihat misalnya;

 1. Jika 1 orang jamaah membutuhkan 20 liter air bersih untuk standar minimal MCK di luar zam-zam, maka sehari Mekah memerlukan sekitar 20 liter x 4 juta orang = 80 juta liter air.

Bagaimana menyediakan 80 juta liter air setiap hari untuk keperluan MCK jamaah haji, padahal lembah Hijaz itu, tidak ada sumber air selain zam zam?! Sumber air bersih untuk kebutuhan MCK adalah Laut Merah, yang disuling, itupun harus dialirkan sejauh 60 km. Anda yang pernah haji atau umrah, pernahkah kesulitan mendapatkan air bersih? Atau pernahkah terdengar keluhan dari jamaah yang kekurangan air, atau tandon yang kosong, atau kran yang macet, … Tidak ada bukan?

 2. Lalu bagaimana menyediakan 12 juta liter air zam-zam setiap hari untuk kebutuhan wudhu dan minum jamaah, belum lagi air zam-zam yang disediakan pemerintah Saudi untuk dibawa pulang secara gratis? Pernahkah terdengar ada jamaah yang mengeluh karena kehausan atau tidak kebagian air zam-zam?

 3. Kita beralih ke soal sampah. Jika seorang jamaah menghasilkan sampah 20 gram saja sehari, berarti 20 gr x 4 juta = 80 juta gr = 8 ton sampah kering perhari yang harus dibersihkan dan disediakan tempat penampungan.

 4. Selanjutnya masalah sanitasi.

Untuk bisa BAB, tentu butuh sarana dan prasarana. Sekarang, berapa kotoran padat dan cair manusia di Mekah yang harus dibersihkan? Jika seorang jamaah buang kotoran padat 5 gram dan ½ liter kotoran cair, tentu jumlahnya mencapai sekitar 20 ton kotoran padat dan 40 ton kotoran cair. Adakah jamaah mengeluh terkena penyakit akibat sanitasi yang mampet? Atau masalah MCK yang tidak beres? Hampir tidak kita jumpai bukan?

Mungkin Anda perlu tahu, pengelola Masjidil Haram setiap hari harus menumpahkan cairan desinfektan untuk mencegah pencemaran lingkungan. Tenaga kerja pembersih Masjidil Haram terbagi dalam 3 shift dan beberapa jenis pekerjaan. Singkatnya, ratusan tenaga pembersih harus dikerahkan setiap shift agar Masjidil Haram tetap bersih dan nyaman.

5. Mari kita hitung, jika seorang tenaga kerja dibayar 500 riyal saja per-bulan (ini angka kasar minimal), berapa juta riyal yang harus dikeluarkan untuk biaya tenaga kerja itu? Adakah jamaah diminta untuk infak? Atau Anda pernah melihat ada kotak infak diletakkan area Masjidil Haram? Jutaan riyal dikeluarkan pengurus Masjidil Haram, sementara kita sepeser pun tak diminta iuran, dan kita nyinyir?

Satu lagi yang tidak bisa dihitung dengan uang secara instan, yaitu keamanan dan stabilitas di Mekah. Tanpa ini, anda tidak mungkin bisa berhaji atau berangkat umrah dengan aman dan nyaman.

Lima poin di atas hanya sekelumit penggambaran bagaimana kerja keras dan jerih payah Pemerintah Saudi Arabia selama ini. Yang belum disebutkan masih lebih banyak lagi.

Itu semua,  semata-mata karunia dan rizki dari Allah Ta’ala. Manusia lemah dan tidak memiliki kekuatan apapun.

…………………………………….

Hanya orang-orang “tak tahu diri” sajalah yang maunya memojokkan dan menjatuhkan Saudi Arabia.

Memang, sejauh apapun upaya manusia pasti ada kekurangannya. Saran dan kritik harus diterima dengan sportif. Karena manusia memang tidak ada yang sempurna.

Namun, yang dilakukan Iran bukan semata-mata mengkritik,  tapi hendak menjatuhkan yang didasari atas kedengkian dan kebencian.

Sementara para jama’ah haji korban luka benar-benar mendapat penanganan dan perawatan yang luar biasa di rumah sakit-rumah sakit Saudi Arabia, dengan tanpa biaya alias GRATIS. Termasuk yang diperlakukan demikian adalah korban luka dari jamaah haji Iran. Mereka benar-benar tidak menyangka Pemerintah Saudi Arabia benar-benar memberikan pelayanan luar biasa kepada jama’ah haji yang terluka tanpa membeda-bedakan siapa pun orangnya.

Yang mana di negeri mereka sendiri, di IRAN,  mereka harus mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Mereka sangat heran,  kenapa media-media Iran tidak ada yang mengekspos jasa dan kebaikan Arab Saudi yang sangat luar biasa ini.

5 Sebagaimana dikatakan oleh Menlu Saudi Arabia, Adel Jubair, bahwa tidak pantas bagi Syiah menggunakan musibah seperti ini sebagai ajang kepentingan politik.

Sepantasnya, Iran lebih bisa berpikir jernih dan menunggu hasil pemeriksaan.

“Kami tidak akan menutupi apapun dan menindak jika ada yang melakukan kesalahan.”

Semoga Allah melindungi kaum muslimin  dan negeri-negeri muslimin dari bahaya dan kejahatan kaum Syiah.

Semoga Allah melindungi dan menjaga Negeri Tauhid dan Sunnah.

••••••••••••••••••••••••••

Majmu’ah Manhajul Anbiya

Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 213 pengikut lainnya