Sssttt….. Ada yang ingin Ku Katakan, ” Saatnya Untuk Kita Menikah “

30 03 2010

Melihat prilaku menunda menikah tanpa alasan syar’i ditengah-tengah kaum muslimin baik dengan alasan menyelesaikan kuliah, karir atau alasan tidak syar’i lainnya menjadi salah satu sebab dari banyak sebab tersebarnya kemaksiatan onani, zina bahkan liwath (homo dan lesbi), Naudzubillah, dibarengi kemaksiatan buka aurat, ikhtilat tersebarnya pornografi membuat kerusakkan diatas kerusakkan, menambah tersebar luasnya kemaksiatan. Sebuah fenomena yang membuat lisan ini berucap semoga Allah menjaga kita semua. Sambil berfikir apa yang harus ku tulis disecarik kertas ini, sebagai nasehat untuk kaum muslimin. Ku coba awali dengan sebuah doa dengan berkata semoga Allah memberi hidayah dan menjaga kita semua…

Wahai kaum muslimin……..

Tidak tahukah kalian bahwa diantara penyebab kemaksiatan onani, perzinahan bahkan perbuatan liwat (homo dan lesbi) adalah akibat menunda nikah karena karir, kuliah atau tanpa alasan syari’i lainnya…

Tidak khwatirkah kalian terjatuh kedalamnya…

Karir apa yang kalian cari…, apakah dengan mempertaruhkan agama kau raih karirmu….!!!

Bukankah keselamatan agama dan menjaga keimanan hal yang sangat terpenting bagi kita…

Lalu apa yang menghalangi kalian untuk menikah, padahal dengan menikah dapat menjaga kita dari kemaksiatan….

Wahai kaum muslimin…….

Kuhadirkan perkataan seorang ulama yang menjelaskan hukum dan manfaat menikah sebagai hadiah dariku untuk kalian, Berkata Syaikh Muhammad Bin Shaleh Al-Utsaimin Rahimahullah : ” Dan berkata sebagian Ahlu Ilmi (ulama -penj) bahwasannya menikah hukummnya wajib secara mutlak karena asal perintah adalah wajib. Hal ini dikarenakan perkataan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam ” Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian mampu untuk menikah maka menikahlah ” Al-lam li ‘Amr pada asalnya di dalam ” ‘amr : perintah ” adalah wajib kecuali ada yang memalingkannya dari perintah wajib. Disamping itu bahwasannya meninggalkan menikah disertai kemampuan untuk menikah didalamnya terkandung tasyabuh (menyerupai) orang nasrani yang mereka meninggalkan menikah dengan tujuan untuk menjadi pendeta dan tasyabuh  dengan selain dari kaum muslimin haram hukumnya. Dimana terdapat didalam menikah dari kebaikan yang besar dan menolak kerusakkan yang banyak, bahwasannya dengan menikah dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan akan tetapi dengan adanya syarat mampu pada pendapat ini, dikarenakan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengkaitkan yang demikian itu dengan kemampuan sebagaimana perkataannya ” barangsiapa diantara kalian mampu menikah ” dan dikarenakan didalam kaidah umum, setiap kewajiban disertai dengan syarat mampu. Pendapat wajibnya nikah dalam sisiku lebih mendekati kebenaran “. ( Syarhul Mumti’ ‘Ala Zaadil Mustaq’ni, Syaikh Muhammad Bin Shaleh Al Utsaimin, Kitab Nikah hal : 12 ).

Terlepas disana ada perbedaan pendapat tentang hukum menikah, akan tetapi ulama sepakat bahwa terdapat kemaslahatan yang banyak dengan menikah, diantaranya menjadi sebab terjaganya seseorang dari perbuatan maksiat.

Wahai kaum muslim…..

Bagaimana jika…(semoga Allah menjaga kita semua)  dengan menundanya seseorang dari menikah tanpa alasan syar’i sebab terjatuh kedalam perbuatan zina, padahal Allah Ta’ala berfirman

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya : ” Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isra’ : 32)

Berkata Syaikh As-Sa’di Rahimahullah ” Larangan mendekati zina lebih mengena daripada sekedar larangan berbuat zina, dikarenakan yang demikian itu mencakup larangan dari segala muqadimah zina dan perkara yang mendekatkannya. ( Tafsir Ar Karimur Rahman, Syaikh As-Sa’di )

Allah Ta’ala juga berfirman pada ayat lain

وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

” Dan orang-orang yang tidak menyembah sesembahan yang lain berserta  Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)…….. “ ( Qs. Al Furqan 67 – 68 )

Berkata Syaikh Sa’di Rahimahullah : ” Dan nash firman Allah Ta’ala tentang ketiga dosa ini merupakan dosa besar  yang paling besar, perbuatan syirik didalamnya terdapat merusak agama, membunuh didalamnya terdapat merusak badan dan zina didalamnya terdapat merusak kehormatan” ( Silahkan lihat Taisirul Karimur Rahman )

Apalagi jika sampai terjatuh kedalam perbuatan liwath, Naudzubillah. Sebuah dosa yang sangat besar, sebuah kekejian yang sangat keji. Sebagaimna Allah Ta’ala berfirman :

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

” Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, ” mengapa kamu melakukan perbuatan keji (liwath), yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (didunia ini)“ ( Qs. Al A’raaf : 80 )

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : ” Tidak ada yang paling aku takutkan daripada ketakutanku kepada kalian atas perbuatan kaum luth “ ( HR. Ahmad, tirmidzi dan dari Sahabat   Ibnu Abbas Radiyallahu ‘Anhu dishahihkan oleh Syaikh Al – Al Bani Rahimaullah)

Berkata Imam Adz-Zhahabi Rahimahullah : ” Liwath (homo/lesbi) lebih keji dan jelek dari perbuatan zina “ ( Al Kabaair Imam Adz Zhahabi )

Siapa yang menjamin kita akan selamat dari perbuatan maksiat….

Apakah karena karir kau pertaruhkan agamamu ….

Apakah karena mempriroritaskan kuliah dengan ikhtilat kau pertaruhkan kejernihan hatimu….

Apakah karena karir dikantor atau aktivitas profesimu dengan kemaksiatan ikhtilat atau kemaksiatan yang ada didalamnya kau ambil resiko yang membahayakan agamamu dengan menunda menikah…

Tidak inginkah kita hidup dengan  kehidupan sempurna sebagai seorang manusia dengan didampingi seorang istri sholehah atau ditemani seorang suami sholeh……..

Tidak inginkah kita merasakan hidup sakinah dengan ditemani seorang istri penyayang lagi penurut atau suami  penyabar lagi bijaksana….

Tidak inginkah kita bahagia sebagaimana kebahagian seorang suami istri yang menggandeng buah hatinya pergi kemajelis ilmu…..

Tidak inginkah kita bahagia sebagaimana kebahagian keluarga fulan yang bercanda dengan buah hatinya…..

Tidak inginkah kita bahagia ketika kening kita dikecup anak-anak kita sebagaimana kebahagian sepasang suami istri yang dikecup keningnya oleh buah hatinya sambil berkata : ” Ummi….. Abi… Abdurrahman berangkat dulu yah, sekarang ada setoran Juz Amma sama Ustadz…

Jawablah wahai kaum muslimin….

Kalau kalian ingin bahagia sebagaimana mereka bahagia, kalau kalian ingin menjaga agama kalian sebagaimana mereka menjaga agamanya, lalu apa yang menjadi alasan kalian untuk menunda nikah tanpa alasan syar’i. Apakah kalian merasa aman dengan kemaksiatan yang telah tersebar, yang banyak orang terjatuh kedalamnya. Tahukah kalian yang menjadi alasan kekhawatiran Nabi Ibrahim ‘Alaihissallam akan dirinya terjatuh kedalam perbuatan penyembahan berhala, sehingga beliau berdoa kepada Allah agar dijauhi dari penyembahan berhala, yaitu dikarenakan banyaknya orang yang terjatuh kedalam perbuatan tersebut. Bukankah Allah Ta’ala berfirman mengkabarkan tentang doa Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam

وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأَصْنَامَ

” dan jauhkanlah aku berserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala ” ( Qs. Ibrahim : 35 ).

Berkata Syaikh Shaleh Al Fauzan Hafidzahullah : ” Ketika Nabi Ibrahim merasa takut terhadap dirinya, maka beliaupun berdoa kepada Rabbnya agar di teguhkan diatas agama tauhid dan agar tidak dipalingkan hatinya sebagaimana dipalingkannya mereka. Karena beliau adalah seorang manusia seperti mereka dan seorang manusia tidaklah merasa aman dari fitnah “ ( Durus Nawaqidul Islam, Syaikh Shaleh Al Fauzan : 37)

Wahai saudaraku fillah, semoga Allah menjaga kita semua.

Tak tahukah kalian, bahwa disana ada seorang akhwat yang  karena sangat takutnya terjatuh kedalam perbuatan maksiat atau karena khawatir terhadap keselamatan agamanya dia selalu berdoa ” Ya Allah jauhkanlah aku dari perbuatan maksiat dan karuniakanlah kepada diriku seorang suami sholeh “

Wahai ukhti fillah, tak tahukah kalian bahwa disana ada seorang ikhwan yang karena khawatir terjatuh kedalam perbuatan maksiat dia isi waktu terkabulnya doa dengan berdoa ” Ya Allah jauhkanlah aku dari perbuatan maksiat dan karuniakanlah kepada diriku seorang istri sholehah “

Wahai saudaraku fillah, bagaimana kalau ikhwan atau akhwat tersebut terjatuh kedalam perbuatan maksiat, lalu bagaimana kalau kita yang berada pada kondisi mereka. Bukankah kita merasa sedih kalau kita berbuat maksiat apakah kita tidak merasa sedih kalau saudara kita terjatuh kedalam perbuatan maksiat, lalu dimana ta’awun kita terhadap saudara kita, Bukankah Allah Ta’ala berfirman

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى

” dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan.“ ( Qs. Maidah : 2 )

Bukankah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : ” Dan Allah akan menolong hambanya apabila hambanya menolong saudaranya ” (HR. Muslim dari Sahabat Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu )

Berkata Syaikh Shaleh Alu Syaikh Hafidzahullah :  ” Didalam hadist ini terdapat anjuran kepada seseorang untuk menolong saudaranya dengan sebesar – besar anjuran, anjuran bahwasannya seorang hamba apabila menolong saudaranya maka Allah akan menolongnya, apabila kamu membantu kebutuhan saudaramu, Allah akan membantu kebutuhanmu, jika kamu membantu kaum muslimin, dan suatu saat kamu butuh bantuan maka Allah akan membantumu dan ini keutamaan dan pahala yang sangat besar “ ( Syarh Arbain Nawawi, Syaikh Sholeh Alu Syaikh : 391 )

Wahai saudaraku adakah yang lebih besar dari ta’awun yang dengan sebab ta’awun kita dapat menjadi sebab selamatnya saudara kita dari kemaksiatan…..Jawablah wahai saudaraku fillah…..

Karena dengan menikahnya dirimu, maka engkau sedang ta’awun dengan istri atau suamimu, karena dengan menikahnya dirimu menjadi sebab terjaganya seorang istri atau suami kedalam perbuatan maksiat. Berkata Syaikh Muhammad Bin Shaleh Al-Utsaimin Rahimahullah : ” Diantara keutamaan menikah adalah dengan menikah dapat menjaga kemaluan dirinya dan istrinya dan menjaga pandangannya dan pandangan istrinya, kemudian setelah keutamaan itu lalu dalam rangka memenuhi kebutuhan syahwatnya ” ( Syarhul Mumti’ Jilid 12 hal : 10 )

Berkata Syaikh Shaleh Al Fauzan Hafidzahullah : “  Wahai manusia bertaqwalah kalian kepada Allah dan ketahuilah bahwa menikah terkandung didalamya kebaikkan yang sangat banyak, diantaranya kesucian suami istri dan terjaganya mereka dari terjatuh kedalam perbuatan maksiat, Rasullullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :  ” Wahai para pemuda barangsiapa diantara kalian yang mampu menikah  maka menikahlah dikarenakan  dengan menikah dapat lebih menundukkan pandangan  dan menjaga kemaluan  “ Al Hadist ( Khutbatul Mimbariyah Fil Munaasibaatil ‘Asriyah, Syaikh Shaleh Al Fauzan : 242 )

Mungkin diantara kalian ada yang berkata, saya belum mau menikah dan belum ada pikiran kearah sana,  maka saya katakan semoga Allah menjaga kita semua dan mengkaruniakan kepada kita pendamping yang sholehah…amin, wahai saudara ku fillah bahwa  disana ada pendapat dari ulama yang mengatakan hukumnya sunnah (dianjurkan) bukan sekedar mubah (boleh) bagi orang yang tidak berkeinginan untuk menikah atau melakukan hubungan suami istri, sementara dia mampu, dan ini pendapat yang benar dikarenakan beberapa hal, diantaranya dengan menikah dia dapat menjaga agama istrinya atau menjadi sebab istrinya terjaga dari perbuatan maksiat, begitu juga dikarenakan masuk kedalam keumuman dalil tentang diajurkannya menikah ”

Maka sudah saatnya untuk kita menikah, mencari pendamping sholehah, semanhaj, membina keluarga sakinah.

Maka sudah seharusnya kita ta’awun dengan menganjurkan orang untuk menikah dan membantunya sesuai dengan kemampuan kita.

Wahai kaum muslimin, semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua….

Tidak tahukah kalian  beberapa banyak dari pemuda kaum muslimin yang terjatuh kepada perbuatan zina, sebuah dosa  yang sangat besar  yang pelakunya berhak dihukum 100 kali cambukkan dan diasingkan dari negerinya, Adapun kalau sudah menikah dihukum dengan dirajam sampai mati.

Tidak tahukah kalian bahkan ada yang terjatuh pada sebuah dosa yang pelakunya berhak dikenai hukuman  dengan dilempar dari gedung  yang paling tinggi  kemudian dilempari batu, bahkan dosa liwath ini telah menyebar dinegeri ini. Naudzubillah

Tidak tahukah engkau bahwa  kemaksiatan onani, ponogarafi, buka aurat, pacaran dianggap sesuatu hal yang biasa…

Wahai kaum muslimin kalau seperti ini kondisi bangsa ini, lalu apa yang menjadikan alasan kita untuk menunda nikah…….

kalau seperti ini kondisi bangsa ini lalu apa yang menjadi alasan para orangtua tidak menganjurkan anaknya untuk menikah……

Kalau seperti ini kondisi bangsa ini lalu apa yang menjadi alasan para orang tua melarang anaknya untuk segera menikah, katakanlah kepada diriku wahai kaum muslimin.

Bukankah kita menginginkan keselamatan dan kebahagiaan untuk diri kita….

Bukankah kita menginginkan keselamatan dan kebahagiaan untuk keluarga kita…

Bukankah para orangtua menginginkan keselamatan dan kebahagiaan untuk anak-anaknya…..

Bukankah kita menginginkan keselamatan dan kebahagiaan untuk kaum muslimin…

Lantas apa yang menghalangi kita untuk menikah…..

Lantas apa yang menghalangi kita untuk menganjurkan orang untuk menikah…..

Lantas apa yang menghalangi kita untuk membantu saudara kita untuk menikah…..

Bukankah Allah Ta’ala dan Rasul Nya menganjurkan kita untuk menikah, Allah Ta’ala berfirman :

فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

” Maka nikahillah perempuan yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja.“ ( Qs. An Nisa’ : 3 )

Rasullullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :  ” Wahai para pemuda barangsiapa diantara kalian yang mampu menikah  maka menikahlah dikarenakan  dengan menikah dapat lebih menundukkan pandangan  dan menjaga kemaluan  dan barangsiapa tidak mampu menikah maka baginya untuk berpuasa  hal itu sebagai tameng baginya ( HR. Bukahri dari Ibnu Mas’ud Radiyallahu ‘Anhu )

Berkata Syaikh Shaleh Al Fauzan Hafidzahullah : ” Didalam hadist ini  terdapat anjuran dari Nabi Shallahu ‘Alaihi Wassalam untuk para pemuda, khususnya para pemuda kaum muslimin,  dikarenakan syahwat para pemuda lebih kuat  dan kebutuhan  untuk menikah disisi mereka  lebih banyak, karena inilah dianjurkan bagi mereka untuk menikah “ ( Tashiilul Ilmaam Bifiqhil Ahaadist Min Bulugil Maram, Jilid 4 Kitab Nikah, hal 304 )

Berkata Syaikh Abdullah Al Basam Rahimahullah :  ” Setiap pernikahan ini terkandung didalamnya manfaat yang agung, yang kemanfaatan tersebut kembali  kepada suami istri, anak – anak, perkumpulan (komunitas), dan agama dengan kebaikan yang banyak ( Taudihul Ahkam Min Bulugil Maram, Jlid 5 Kitab Nikah hal 209 )

Oleh karena itu ada yang ingin kukatakan ” Saatnya untuk kita menikah“, menjalankan perintah Allah dan Rasul Nya, membina rumah tangga sakinah semoga dengan itu Allah menjaga agama dan diri kita dari kemaksiatan.

ditulis oleh Abu Ibrahim ‘Abdullah al-Jakarty


Aksi

Information

39 responses

6 04 2010
aisyah

ijin copas…
jazzakumullah khiran..

6 04 2010
nikahmudayuk

boleh, waiyyak. semoga bermafaat

6 04 2010
JANGAN MENUNDA MENIKAH, MENIKAHLAH MESKI USIAMU BARU 17 TAHUN !! (agar tidak terjerumus dalam perbuatan zina)

[…] Sssttt….. Ada yang ingin Ku Katakan ” Saatnya Untuk Kita Menikah “ […]

6 04 2010
nikahmudayuk

Na’am. Jazakallahu khoir atas kunjungannya

7 04 2010
ahmad

bismillah.,,.izin shar…jazakallah khayr

9 04 2010
nikahmudayuk

Jazakallahu khoir atas kunjungannya

17 04 2010
yus

mantaaaaaaaaaaap.aku niat dan doakan antum

17 04 2010
nikahmudayuk

Jazakallahu khoir, semoga Allah memberikan keistiqamahan kepada kita.

19 04 2010
JANGAN MENUNDA MENIKAH, MENIKAHLAH MESKI USIAMU BARU 17 TAHUN !! (agar tidak terjerumus dalam perbuatan zina)

[…] JANGAN MENUNDA MENIKAH, MENIKAHLAH MESKI USIAMU BARU 17 TAHUN !! (agar tidak terjerumus dalam perbuatan zina) Diarsipkan di bawah: artikel unik.

21 04 2010
RA

setuju sekali.. akhi
ane jg udah ad niat, sapa tahu ada yang bs bantu..
jazakalloh khoir.

21 04 2010
nikahmudayuk

semoga Allah memudahkan kita semua untuk menikah. Waiyyak

23 04 2010
abu daud azzuhry

jazakallah khoir, ana termasuk yang nikah dini ana ingin menjaga pernikahan ana tetap dilimpahi RahmatNya.

24 04 2010
nikahmudayuk

Alhamdulillah, waiyyak. semoga bermanfaat

25 05 2010
sms/call: 081328051636 :: JANGAN MENUNDA MENIKAH, MENIKAHLAH MESKI USIAMU BARU 17 TAHUN !! (agar tidak terjerumus dalam perbuatan zina) :: May :: 2010

[…] Sssttt….. Ada yang ingin Ku Katakan ” Saatnya Untuk Kita Menikah “ […]

10 08 2010
dewi

Baiklah… Nikah Yuk….

10 08 2010
yono

tapi bagai mana jika belum ketrmu jodoh padahal jodh mati hidup rezki sudah ditentukan ketika kita baru lahir

25 08 2010
nikahmudayuk

shabar dan bayak doa kpd Allah, jodoh rezeki ajal Allah yang ngatur

2 11 2010
abu shafiyah arif

bismillah..
sssssssssssssttttttttttt….
barokallahufiik..

2 11 2010
nikahmudayuk

fikum barakallah

18 12 2010
8 04 2011
Rian YAZID

Yaa… Ibnu Abdilah,
saya setuju dengan tidak untuk menunda menikah. perkaranya “kita wajib dibekali oleh tauhid yang kokoh, tidak lupa juga dengan kecakapan hidup (life skill) agar selamat dunia akhirat (17th harusnya sudah punya keduanya).

sekedar wacana.
Kembali ke Jaman Nenek saya dulu. Beliau menikah umur 14th dan umur 16 th sudah memiliki keturunan. menikah mudah tidaklah terlalu buruk. masih lebih baik dari pada pergulan bebas diusia belia.

terimakasih sudah mengingatkan kembali kepada kami mengenai perkara yang penting ini.

Salam,
RIan YAZID

8 04 2011
nikahmudayuk

menikah muda dengan ilmu…. siapa takut. Menikah mudah sangatlah baik dan dianjurkan. Jazakallahu khoir.

1 04 2012
Hary susanto

assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh. afwan ana sedang cari calon istri. ada yg mau ga yaa..? syukron jazakallohu khair.

3 04 2012
nikahmudayuk

wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. semoga Allah memudahkan urusan antum, memberikan pendamping hidup yag shalihah. nasehat ana coba antum utarakan niat antum sama ikhwan yang antum percaya yang antum kenal yang bisa membantu antum. barakallahu fiikum.

5 04 2012
aannoe

Do’akan saya, Pak. Semoga segera dipertemukan dg istri yg solehah. Sembari saya memantaskan diri.. :)

5 04 2012
nikahmudayuk

semoga Allah memberikan istri shalihah kepada anda. amin

12 04 2012
zaza ummu ruqayyah

bismillah. afwan, ana copas ke blog ana… barakallohu fiyk

12 04 2012
Sssttt….. Ada yang ingin Ku Katakan “Saatnya Untuk Kita Menikah” « ummu ruqayyah's blog

[…] : https://nikahmudayuk.wordpress.com/2010/03/30/sssttt-ada-yang-ingin-ku-katakan-%E2%80%9D-saatnya-untu… Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this […]

12 04 2012
nikahmudayuk

semoga bermanfaat

8 05 2012
” Saatnya Untuk Kita Menikah.. “ « So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

[…] Article Source:  Sssttt….. Ada yang ingin Ku Katakan ” Saatnya Untuk Kita Menikah “ […]

19 07 2012
Khoulah Bone

Bismillah…
izin copas… jazaakumulloh khoyr.

19 07 2012
nikahmudayuk

silahkan tafdhal

7 09 2012
rifai

Assalamualaikum ustadz,
afwan mau nanya, ana sebenarnya sudah sangat ingin menikah, terutama dikarenakan banyak fitnah, bahkan terkadang sampai tahap berbahaya gara2 wanita zaman sekarang yang sangat kurang ajar (kita sudah berusaha menjauhi fitnahnya mereka tapi mereka tanpa punya rasa takut pada allah ta’ala malah seperti mendekati).
tapi masalahnya ustadz, bagaimana caranya kita mencari informasi akhwat yang siap menikah, sementara ana tidak tahu harus tanya dengan siapa, karena ana jarang ziarah ke ikhwah sehingga tidak punya hubungan dekat dengan ikhwan manapun dikarenakan kesibukan ana.
atas nasihatnya jazakallahu khairan katsiran.

7 09 2012
nikahmudayuk

wa’laikumussalam, coba antm cari ikhwan yang sudah menikah yang antm kenal bahwa dia orangnya baik dan bilang kalau antm minta bantuan untuk dicarikan akhwat yang sudah siap menikah. atau cari seorang ikhwan yang punya saudara akhwat antm bisa menanyakan langsung kepada kakaknya apakah saudara perempuanya suadah siap nikah atau belum, yang sebelumnya antm sudah punya informasi terlebih dahulu akan baik tidaknya akhawat tersebut, atau coba antm cari ustadz yang sedikit banyak kenal sama antm, sehingga tidak ragu untuk membantu antm karena kenal siapa antm, bagaimana antm dll dan minta bantuan ustadz tersebut sambil menjaga adab. dan saran ana karena menikah ada sebuah kebutuhan yang penting maka sudah seyogyanya antum meluangkan waktu untuk menempuh jalan-jalan untuk mendapatkan istri, diantara dengan cara diatas.

5 10 2012
ami

semoga Allah memberikan keistiqamahan kepada kita.
Semoga ga lama2,
Semoga di dekatkan, di mudahkan, di segerakan, dan dilancarkan Urusan yang satu ini.. Aamiin
jazakalloh khoir

22 09 2013
Sssttt….. Ada yang ingin Ku Katakan ” Saatnya Untuk Kita Menikah”

[…] Sumber : nikahmudayuk.wordpress.com […]

22 09 2013
catatanmms

Reblogged this on CATATAN Mengenal Manhaj Salaf.

23 09 2013
6 10 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s