Lebih Baik Punya Suami dalam Kenyataan daripada Punya Pangeran dalam Impian

13 09 2010

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah

Diantara realita yang dijumpai pada sebagian wanita yang terlambat menikah terutama dikota metropolitan, dikarenakan sebagian mereka terbuai oleh idealisme mimpi, padahal tidak sedikit dari mereka yang umurnya mendekati atau mencapai kepala tiga. Sebagian mereka ada yang berkata, mengomentari temannya yang jauh umurnya dibawahnya ketika ia hendak menikah dengan berkata : “ apa tidak ada pilihan yang lain?” mengometari pilihan calon suami temannya. Padahal calonnya secara pisik termasuk orang yang Allah karuniakan fisik yang baik dan tidak sedikit yang bilang ganteng. Kalau dari sisi tanggung jawab, maka dia orang yang berusaha berpegang teguh pada agamanya dan orang yang bertanggung jawab. Adapun wanita tersebut tetap dalam mimpinya menanti pangeran dengan segala kreteria kesempuranaan daripada mempunyai suami dalam kenyataan walaupun umurnya telah mencapai 32 tahun.

Dan ada diantara mereka yang tidak menerima tawaran untuk proses sama seorang ikhwan sambil berkata : “ kreteria suamiku nanti yang tingginya diatas 170 cm” padahal dia sendiri tingginya jauh dibawah kriterianya disamping umurnya telah mencapai kepala tiga.

atau sebuah kisah yang diceritakan oleh orangnya sendiri.  “ Walaupun usiaku mendekati 40 tahun tetapi saya  tetap menginginkan  agar suami kelak adalah seorang  yang memilki kemuliaan, kemampuan materinya diatas pertengahan dan dia memiliki gelar yang tinggi. Tetapi sebenarnya saya setelah umur ini ketika saudara-saudara perempuanku mengunjungiku bersama para suami dan anak-anak mereka, saya merasakan kesedihan yang sangat dahsyat dan saya ingin seperti mereka, saya bisa mengunjungi kelurgaku dan bisa berpergian bersama suami dan anak-anakku.”

Atau kisah seorang wanita yang tetap memimpikan seorang pangeran  daripada mempunyai seorang suami dalam kenyataan.

“ Karena saya adalah wanita yang beruntung maka pemberian Allah kepadaku tidaklah berhenti sebatas ini, tetapi Dia (Allah) menumbuhkan saya ditengah-tengah keluarga kaya dan bangsawan, dan Dia menambahiku dengan akal yang cerdas, akal yang menjadikanku mampu menyelesaikan studiku dikuliah kedokteran dengan cepat. Dan selama seperti ini keadaanku maka saya  berhak untuk memilih suami yang pantas, orang yang memiliki keutamaan yang dia sukses dengan semua ini, kesatria, tinggi dibandingkan orang-orang lain yang ingin menikah, semakin hari semakin tinggi yang akan memuaskan duniaku. Dan telah membuatku takut ketika ibuku sering mengulang perkataannya yang merupakan pribahasa : “ Barangsiapa yang banyak pelamarnya maka dia akan gagal.” Tetapi saya tidak mau mengalah dan saya  tidak perduli dengan bergugurannya hari-hari disekitarku, serta usiaku yang telah melewati batas yang diperbolehkan. Maka mudah-mudahan saya akan mendapatkan kesatria yang lain yaitu pangeran impianku yang wajahnya bermain-main didalam angan-anganku dan yang dia berhak mendaptakan diriku.”

Inilah diantara wanita-wanita yang tertipu dengan idealisme mimpi. Bukan berarti seseorang tidak boleh memilih atau mempunyai kriteria tertentu untuk  pendamping hidupnya, selama tidak menyelisihi syar’i dan tidak berlebihan dan dengan melihat realita. Misalnya seseorang yang hidupnya sederhana, fisiknya dan tingginya pas-pasan ingin mendapatkan seorang jutawan yang ganteng bertubuh tinggi, walaupun banyak orang yang shaleh datang meminangnya lalu dia menolaknya…??. Mungkin ada pertanyaan yang menggelitik hati kita, sendainya dia menemukan pria impiannya apakah pria itu mau dengannya??. Bagaimana ketika seandainya ia menemukan pangeran impiannya sedangkan umurnya telah menacapai kepala tiga, sedangkan pangeran yang bertubuh tinggi, kaya dan genteng itu mencari seorang pendamping yang berumur 20 tahun ???. Disamping seharusnya yang menjadi patokan seseorang memilih pendamping hidupnya adalah seorang yang shaleh setelah itu boleh bagi dia memiliki kriteria tertentu asal tidak berlebihan dan melihat reliata. Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda : “ Jika datang kepada kalian seorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakkan yang besar “ (HR. At Tirmidzi, Al Baihaqi dan ini lafadznya, dihasankan oleh syaikh Al Al Bani)

Hasan Al Basri pernah ditanya “ Pria manakah yang engkau suruh untuk aku menikahkannya dengan putriku ? ” Hasan Al Basri Rahimahullah menjawab : “ Nikahkanlah ia dengan pria yang beriman karena bila ia mencintainya maka ia akan memuliakannya. Dan bila ia tidak mencintainnya maka dia tidak akan mendzaliminya “.

Tidak mengapa seorang mempunyai kreteria tertentu selama tidak menyelisihi syar’i, akan tetapi ingat patokannya adalah agamanya. Jika baik agamanya lalu ia mempunyai kriteri ingin mencari suami yang ganteng atau pondokkan tidak mengapa. Kalau seandainya sebagian kriterianya yang sangat penting telah terpenuhi, setelah istiqarah dia merasa cenderung dengannya, lalu ada kriteria lain yang tidak terpenuhi pada diri seseorang yang datang mengkhitbahnya kenapa dia harus menolaknya?. Misalnya seorang akhwat mencari ikhwan yang shaleh, ganteng dan pondokkan dan kalau bisa sudah mapan. Lalu ada seorang ikhwan yang mau mengkhitbahnya, seorang yang shaleh, pondokkan akan tetapi wajahnya biasa saja, tidak ganteng dan tidak juga jelek dan ia cenderung kepadanya setelah istiqarah walaupun juga belum mapan, lalu kenapa dia tidak menerimanya dan mengalah dengan sebagian dari syarat-syaratnya atau kriterianya…!!! Kalau dia menginginkan seluruh kriteria kesempurnaan dia ada pada calonnya, hal ini sangatlah sulit dan jika seandainya ada, mungkin diapun mencari orang yang sepertinya, apakah saudari termasuk kriterianya, seorang yang sholehah, cantik, hapalan minimal 5 juz, cerdas, dari keturunan yang baik, kaya, minimal tinggi 160 cm dan kriteria kesempurnaan lainnya…??

Lalu kenapa harus tetap menanti pangeran dalam impian daripada suami dalam kenyataan.

Wahai saudariku…, tidak inginkah kalian segera menikah dengan laki-laki shaleh pilihan kalian, hidup menjadi tenang yang dengan itu kalian menyalurkan kebutuhan biologis dengan cara yang halal dan aman sehingga terhindar dari maksiat dan mempunyai keturunan yang shaleh, buah hati kalian sebagaimana saudari-saudari kalian yang telah menikah.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Qs. Ar-Ruum : 21).

Rasullullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :  ” Wahai para pemuda barangsiapa diantara kalian yang mampu menikah  maka menikahlah dikarenakan  dengan menikah dapat lebih menundukkan pandangan  dan menjaga kemaluan  dan barangsiapa tidak mampu menikah maka baginya untuk berpuasa  hal itu sebagai tameng baginya ( HR. Bukhari dari Ibnu Mas’ud Radiyallahu ‘Anhu )

Tentu beda antara mempunyai seorang suami dalam kenyataan dari mempunyai pangeran dalam impian. Yang satu keberuntungan dan kebahagian dan yang satu ketertipuan dan  kesengsaraan.

Wallaahu A’lam


Aksi

Information

20 responses

16 09 2010
captivity of negativity

ane nikah muda pak, umur 24, alhamdulillah.

16 09 2010
tunggudulu

memang keresahan dan kegelisahan selalu menghantui di saat orang yang kita butuhkan buat selama hidup belum dapat…itu hal yang banyak terjadi dimasyarakat karena selain beban yang belum mampu tapi waktu yang terus berjalan.

25 09 2010
25 10 2010
abu shafiyah arif

bismillah.
ijin CTRL+V. jazakumullahkhoiro…

27 10 2010
nikahmudayuk

Tafdhol semoga bermanfaat

23 11 2010
al mar'ah

assalamualaikum..
artikel bagus,,ana izin copas ya,,
syukron.

28 11 2010
nikahmudayuk

wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarkatuh, semoga bermanfaat

30 11 2010
30 11 2010
nikahmudayuk

semoga bermanfaat

30 11 2010
akhawat

assalaamu’alaikum

mohon nasehat, gimana kalo ikhwan yang datang melamar itu akhlaknya udah baik, akan tetapi dari sudut agamanya, maksud ana, manhajnya ikhwan itu bercampur (salafy + turotsi)..dalam kasus ini, ikhwan tersebut belum menyadari dia sedang mengikuti manhaj turotsi. apa ana harus terima lamaran ikhwan ini seterusnya menasehati dia agar meninggalkan manhaj yang sedang diikutinya? ato ana harus menolak lamaran dia utk keselamatan agama ana? ternyata hingga saat ini kebenaran belum sampai kepadanya karena belum ada siapa2 yang mengkhabarkan ttg fitnah turotsi padanya.

jazaakumullahu khairan

4 12 2010
nikahmudayuk

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, afwan baru sempat dibalas. Al hamdulillah dalam agama kita telah jelas bagaimana seseorang seharusnya mencari kriteria seorang pendamping bagi hidupnya Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda : “ Jika datang kepada kalian seorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakkan yang besar “ (HR. At Tirmidzi, Al Baihaqi dan ini lafadznya, dihasankan oleh syaikh Al Al Bani).
Yaitu yang menjadi patokannya adalah agamannya, termasuk agamanya adalah akhlaqnya, ibadahnya, bagaimana muamalahnya dengan orang2 yang menyimpang atau ahlu bid’ah, manhajnya dll.
Saya berharap kepada Allah semoga ikhwan yang ditanyakkan oleh saudari mendapat hidayah Nya.. amin.
Saran ana saudari jangan terburu-buru menolaknya, yang menjadi alasan ana adalah karena dia belum mendapat penjelasan tentang penyimpangan manhaj sururi atau turotsi. Coba saudari mencari orang yang dipercaya dari sisi keilmuan, amanahnya dan bijaknya ketika dia menyampaikan sebuah penjelasan atau hujah tentang masalah fitnah ihyaut trots. Atau saudari bisa membeli kaset2 ustadz2 kita yang menjelaskan tentang hal itu kemudian minta bantuan sama orang yang saudari percaya (misalnya anti punya teman yang sudah punya suami) untuk memberikanya kepada dia misalnya dengan di sisipi secarik kertas sebagai pengantar alasan memberikan kaset atau buku yang menjelaskan tentang hal itu agar dia tidak salah paham (minta bantuan kpd orang yang anti percaya keilmuannya tentang masalah ini). Semoga dengan sebab itu dia mendapat hidayah, dan itulah yang kita harapkan. kalau seandainnya dia menolak setelah nasehat dan penjelasan yang baik berulang kali oleh orang yang mempunyai ilmu dalam maslah ini, dan setalah mendengarkan kaset ustadz kita2 misalnya. ana sarankan saudari mencari ikhwan yang shalih lainnya. Allah Maha Luas Karunia Nya. Wallahu a’lam

30 11 2010
Ibnu Abu Ahmad

Bismillah.

Artikel yang ana sedang cari, artikelnya bagus insyaAllah. Jazakallahukhairan.

Sebab banyak di antara ‘mereka’ yang ‘bermasalah’ seputar ini. Tentu alasan lain yang juga mendominasi adalah: meneruskan/mencita-citakan ke pendidikan yg lbh tinggi, mencari ‘yang cocok’, atau masih enjoy… tiba2 usia dah kepala tiga. Dan mendapati dirinya di pojok tuntutan orang tua, cepatnya waktu berjalan.

Wallahua’lam.

30 11 2010
nikahmudayuk

semoga brmanfaat, wanta jazakumullahu khoir

19 12 2010
23 12 2010
nikahmudayuk

Jazakallahu khoir semoga bermanfaat.

22 03 2011
Apriyani

Assalamualaikum pak ustad.
kadangkala ada keinginan dalam hati untuk berkeluarga, tetapi banyak faktor yg sering membuat langkah ini jd terhambat, saat qt mw serius tp pasangan hny inin main2 saja, atw ada yg pgn serius tp tdk berkenan dihati.
kadangkala muncul kraguan dan ketakutan saat melihat teman atw sypa yg tlah berkeluarga tp ternyt mengalami banyak masalah.

22 03 2011
nikahmudayuk

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. saudarai yang semoga Allah memudahkan urusan anda. sedikit banyak saya bisa memahami apa yang saudari rasakan, hal karena menikah adalah bentuk ketaatan kepada Allah yang mepunyai kebaikann yang sangat banyak tentu syaithan tidak akan rela hal itu berjalan mulus. Mka dari itu terkadang datang was-was dari syaithan.
Yang pertama yang harus saudari lakukan, carilah suami yang shaleh dan dengan cara yang benar menurut syari’at, bukan dengan pacaran.

Kedua: bekali ilmu tentang hal itu, seprti mengetahui keriteria suami sholeh, bagaimana mencari pendamping dalam islam, kiat-kiat syar’i rumah tangga harmonis dan yang semisalnya

Ketiga: Yang harus disadari bahwasnya tidak ada rumah tangga yang tanpa masalah, tinggal bagaimana kita banyak2 meminta pertolongan dan bersandar kepada Allah dalam menghadapi problem rumah tangga kita kemudian usaha kita menyelesaikan problem rumah tangga sesuai syar’i.

semoga Allah mudahkan urusan saudari dan kita semua.

14 09 2012
mengenalislamlebihdekat

Masya Alloh.. blog yang sangat bagus sekali. isi artikelnya bisa bikin ana tersenyum, kagum, heran, dan hampir membuat mata ini menitikkan air mata.
mudah-mudahan artikel-artikel yang ada diblog ini tersebar luar dan bisa diambil faidahnya.
semoga Alloh senantiasa merahmati ustadz dan kaum muslim..

16 09 2012
nikahmudayuk

semoga bermanfaat.

7 10 2013
catatanmms

Reblogged this on CATATAN Mengenal Manhaj Salaf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s