Cukup Bagimu Untuk Meninggalkan Aliran Sesat NII Terutama KW IX

29 05 2011

Oleh : Abu Ibrahim ‘Abdullah bin Mudakir al-Jakarty

Maraknya aliran-aliran sesat di negeri ini adalah sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan, dan tak sedikit dari kaum muslimin yang menjadi korban kesesatan mereka. Di antara aliran sesat yang sangat meresahkan yang akhir-akhir ini marak adalah NII (Negara Islam Indonesia) KW IX yang dipimpin oleh Abu Toto Panji Gumilang. Dan di samping itu, sebagian media masa memberitakan atau menampilkan orang-orang NII yang berpenampilan berjenggot atau istrinya bercadar dan yang semisalnya, serta terkesan tidak menjelaskan bahwa yang namanya NII itu bukan identik dengan orang yang berjenggot, atau bercadar dan semisalnya. Karena hal itu adalah bagian dari ajaran Islam bukan ciri dari NII atau terorisme. Akhirnya, dampak dari kesan tersebut banyak dari kaum muslimin yang menjadi salah paham atau merasa takut dan curiga terhadap orang-orang yang berusaha menjalankan agama ini dengan baik. Sedangkan NII sendiri adalah sebuah pemikiran sesat yang teroganisir secara rapi.

Sebelum kita membahas kesesatan NII KW IX ada baiknya bagi kita untuk mengetahui kenapa banyak aliran-aliran sesat di negeri ini dan banyak dari kaum muslimin yang mengikutinya.

Sebab-sebab banyaknya aliran sesat di Indonesia, di antaranya :

1.      Jauhnya ummat dari ilmu agama.

Kebodohan terhadap agama adalah sumber malapetaka, dan inilah yang menjadi sebab terbesar maraknya aliran-aliran sesat di negeri ini dan banyaknya ummat yang tertipu dengannya. Karena kebodohan ummat yang amat sangat sehingga kesesatan yang sangat jelas sekalipun banyak yang tidak mengetahui dan banyak orang yang mengikutinya. Seperti kelompok sesat Ahmadiyah, Islam Jama’ah (LDII), NII, JIL (Jaringan Islam Liberal) dan kelompok-kelompok sesat lainnya. Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ أَفَغَيْرَ اللهِ تَأْمُرُونِي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ

“Katakanlah, ‘Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang- orang yang tidak berpengetahuan?’.” (Qs. az-Zumar : 64)

 قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَل لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

“Bani Israil berkata: ‘Wahai Musa buatlah untuk kami sebuah sesembahan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa sesembahan (berhala). Musa menjawab : Sesungguhnya kamu itu kaum yang tidak mengetahui (bodoh) terhadap Allah.’. (Qs. al-A’raaf : 138)

Berkata asy-Syaikh al-Allamah Abdurrahman as-Sa’di rahimahullaah : “Kebodohan mana yang lebih besar dari seseorang yang bodoh terhadap Rabbnya, Penciptanya dan ia ingin menyamakan Allah dengan selain-Nya, dari orang yang tidak dapat memberikan manfaat dan mudharat (bahaya), tidak mematikan, tidak menghidupkan dan tidak memiliki hari perkumpulan (kiamat).” (Taisiirul Kariimirrahman Syaikh al-Allamah Abdurrahman as-Sa’di pada ayat ini)

Berkata Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullaah : “Tidaklah diragukan bahwasanya kebodohan adalah pokok dari segala kerusakan dan dhoror (bahaya), kejelekan yang didapatkan oleh seorang hamba di dunia dan di akhirat adalah dampak dari kebodohan.” (Miftaah Daaris Sa’adah, 1/315- dinukil dari Syarh al-Ushuuluts Tsalatsah, Abu ‘Ashim ‘Abdullah ad-Duba’i, hal : 7) Baca entri selengkapnya »





Bahaya Kristenisasi di Sekitar Kita

21 05 2011

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah bin Mudakir al-Jakarty

 

Sebagaimana kita ketahui kebencian dan permusuhan orang-orang kafir dari kalangan Yahudi dan Nashrani tidaklah samar bagi seseorang yang sedikit saja memiliki ilmu agama. Mereka berusaha dengan berbagai macam cara untuk memurtadkan kaum muslimin dari agamanya. Mulai dari cara yang paling halus sampai yang terang-terangan, dari cara yang paling lembut sampai dengan cara yang paling kasar. Maka wajib bagi kaum muslimin untuk berhati-hati dari makar dan tipu daya mereka serta dari upaya kristenisasi yang dilakukan di mana-mana. Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (Qs. at-Tahrim : 6)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungan jawabannya, seorang laki-laki (suami) pemimpin didalam rumahnya dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang istri pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari  dan Muslim)

Sebesar – besar sebab seseorang masuk neraka bahkan kekal didalamnya adalah murtad (keluar dari agama islam) pindah ke agama nasrani atau yang lainnya. Maka wajib bagi kita untuk memelihara diri  dan keluarga kita dari upaya – upaya kristenisasi, karena kalau sampai seseorang murtad pindah agama menjadi seorang kristen akan memasukkan seseorang kedalam  neraka selama-lamanya. Dan hal ini, yaitu menjaga keluarga kita dari kristenisasi sebagai bentuk penunaian amanah yang Allah amanahkan kepada kita sebagai seorang pemimpin yang akan ditanya tentang kepemimpinan kita. Baca entri selengkapnya »





Surat Untuk Suamiku

13 05 2011

suratWahai suamiku…, kutulis surat ini dengan kehangatan cinta dan kasih sayang kepadamu. Semoga Allah senantiasa menjaga kita. Baca entri selengkapnya »





Sebelum Anda Melangkah

5 05 2011

Oleh :  Abu Ibrahim ‘Abdullah Bin Mudakir

 

Terkadang  ketika seseorang sudah ingin menikah banyak hal yang tidak ia perhatikan sebelum memutuskan untuk maju dalam sebuah proses mengkhitbah atau melamar. Apalagi jika seseorang belum terlalu mengenal calon yang ada di hadapannya. Yang saya maksud di sini adalah seorang harus benar-benar berusaha untuk mencari tahu informasi yang cukup tentang calonnya. Sehingga ketika ia memutuskan untuk maju atau mundur di atas kejelasan dari informasi yang benar. Dalam perkara ini manusia terbagi tiga kelompok :

1.      Kelompok yang berlebih-lebihan, sehingga menerjang yang haram dengan dalih ingin mengenal lebih jauh tentang calonnya. Sehingga terjatuhlah dia kepada perkara yang haram, seperti pacaran, jalan bareng, berduaan dan perkara yang haram lainnya. Yang itu semua bukanlah jalan menuju untuk seseorang mengenal calonnya.

2.      Kelompok yang meremehkan, hal ini kebanyakan didasari karena ketidaktahuan dalam masalah ini sehingga banyak yang dikemudian hari yang menyesal. Baik karena masalah fisiknya atau agamanya.

3.      Kelompok yang ketiga yang berada di tengah-tengah, yang mereka terbimbing dengan ilmu, tidak berlebihan dan juga tidak meremehkan. Mereka berusaha mencari tahu tentang agama, sifat, tabiat dan akhlaq calonnya dengan cara-cara yang dibolehkan secara syar’i. Dan tidak “melewatkan” untuk melihat (nadhor) calonnya sebelum melamar.

Di antaranya perkara-perkara yang perlu diperhatikan sebelum anda melangkah adalah seperti apa yang akan saya sebutkan di bawah ini. Baca entri selengkapnya »





Sekedar Mengingatkan, “ Jangan Lupa Persiapkan Ilmu “

1 05 2011

Oleh : al Akh Abu Ibrahim Abdullah

Ada sesuatu yang ingin saya ingatkan di sini, ketika seseorang sudah berkeinginan untuk menikah, maka penting baginya untuk mempersiapkan ilmu yang berkaitan dengan pernikahan. Karena bagaimana mungkin ia ingin bahagia di dalam pernikahan dan kehidupan rumah tangganya tetapi tidak menempuh jalannya.

Karena ilmu yang berkaitan dengan pernikahan sangatlah penting untuk diketahui oleh seseorang yang akan menikah karena hal itu merupakan jalan menuju kebahagian. Di samping itu disanaada perkara-perkara yang harus ia ketahui dan laksanakan, seperti menunaikan hak pasangannya, lalu apa saja perkara-perkara yang tidak diperbolehkan berkaitan dengan hubungan suami istri dan perkara-perkara yang lainnya.

Oleh karena itulah, para ulama membawakan pembahasan permasalahan nikah di dalam kitab-kitab fikih mereka dan di dalam ceramah atau muhadorah-muhadorah mereka, dikarenakan pentingnya hal ini.

Mari kita simak bersama perkataan salah seorang ulama kita, semoga bisa mewakili apa yang telah saya sebutkan di atas.

Berkata asy-Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Fauzan Hafidzahullaah : Pembahasan ini (yaitu masalah pernikahan -ed) sangatlah penting, di mana para fuqaha (ulama fiqih) mereka menempatkan pembahasan masalah ini di dalam tulisan-tulisan mereka dengan pembahasan yang panjang lebar, dan merinci tentang hukum-hukumnya, dan menjelaskan tujuan dan dampak baiknya. Dikarenakan menikah adalah perkara yang disyari’atkan di dalam kitab (al-Qur’an), sunnah, dan ijma’. (lalu syaikh membawakan beberapa dalil –ed).” (al-Mulakhos al-Fiqhi, Syaikh Shalih al-Fauzan :378)

 

Dan perkara yang penting untuk diketahui yang berkaitan tentang pernikahan dan rumah tangga adalah sebagai berikut : Baca entri selengkapnya »