Mau Nikah Tapi Ragu Tentang Keobjektifan Informasi Calonnya?

27 01 2012

Pertanyaan
assalaamu’alaikum
mohon pandangan ustadz,
saya akan menikah dengan seorang lelaki yang sudah saya siasat dan teliti agama dan manhajnya. dan alhamdulillah, ciri-ciri di atas tidak ada pada lelaki tersebut.
namun saya sedikit khawatir , kalau mereka yang saya sudah tanyakan ttg calon suami saya ini tidak memberikan maklumat yang benar. maksud saya, mereka hanya kabarkan pada saya tentang kebaikan yang ada pada lelaki tersebut namun saya tidak mendapatkan kabar yang buruk tentang lelaki tersebut.
justru saya sedikit ragu untuk lanjutkan dengan pernikahan, karena saya takut kecewa apabila mendapati selepas pernikahan, ciri-ciri yang baik yang telah dikabarkan kepada saya ternyata tidak ada pada lelaki tersebut. namun, saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelidiki latar belakang lelaki tersebut akan tetapi perkara tersebut bukan sesuatu yang mudah karena faktor jarak yang jauh antara saya dan pihak lelaki.
apakah saya perlu redha dengan setiap kekurangan dan kelemahan suami saya nanti selepas pernikahan? apakah kehidupan berumah tangga itu cukup sulit jika pasangan kita tidak baik?
jazaakumullahu khairan

Jawabannya
Dijawab oleh Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir Baca entri selengkapnya »





“Ya Akhi…Maukah Engkau Menikahiku…?”

24 01 2012

Oleh : Abu Ibrahim ‘Abdullah bin Mudakir Al-Jakarty

Bukanlah sebuah perkara yang ‘aib ketika ada seorang wanita yang menawarkan dirinya kepada laki-laki yang shalih untuk menikahinya. Hal ini pernah dilakukan oleh seorang shahabiyyah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan bukan perkara yang ‘aib pula kalau seorang wanita menawarkan dirinya untuk dipoligami (dijadikan istri ke-2 atau ke-3 atau yang ke- 4).  Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Tsabit Al-Banaani, beliau berkata,

 كُنْتُ عِنْدَ أَنَسٍ وَعِنْدَهُ ابْنَةٌ لَهُ قَالَ أَنَسٌ جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم تَعْرِضُ عَلَيْهِ نَفْسَهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللهِ أَلَكَ بِي حَاجَةٌ فَقَالَتْ بِنْتُ أَنَسٍ مَا أَقَلَّ حَيَاءَهَا وَاسَوْأَتَاهْ وَاسَوْأَتَاهْ قَالَ هِيَ خَيْرٌ مِنْكِ رَغِبَتْ فِي النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَعَرَضَتْ عَلَيْهِ نَفْسَهَا.

 “Saya sedang bersama dengan Anas dan bersamanya anak perempuannya. Anas berkata, ‘Seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam menawarkan dirinya. Dia (wanita tersebut –ed) berkata, ‘Apakah engkau menginginkanku?’ Anak perempuan Anas kemudian berkata, ‘Betapa sedikit rasa malunya dan jelek perilakunya dan jelek perilakunya.’ Lalu Anas menyangkal seraya berkata, ‘Dia lebih baik darimu dia menginginkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian menawarkan dirinya.” (HR. Al-Bukhari : 5120)

Berkata Al-Imam Bukhari Rahimahullah beristimbat dari hadits ini beliau membuat bab : “Bab Wanita Yang Menawarkan Dirinya Kepada Laki-laki Yang Shalih.”  (Kitabun Nikah, Dari Shahih Bukhari bab yang ke 32)

Lalu coba perhatikan hadits di bawah ini dan perhatikan pemahaman Al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullah dalam hadits ini : Baca entri selengkapnya »





Hidup Bersama dengan Pasangan yang Tidak Shalat

14 01 2012
Pertanyaan:
Istri saya tidak menunaikan shalat, puasa, dan kewajiban-kewajiban agama yang lain, demikian pula kewajibannya sebagai istri. Namun saya terus-menerus memberikan pengajaran kepadanya, hanya saja ia tetap tidak mengerjakan shalat lima waktu seluruhnya, bahkan sering meninggalkannya. Ia mengolok-olok saya ketika saya mengajarinya atau menyuruhnya shalat. Lalu apa hukumnya terus hidup bersamanya, sementara sulit untuk menikah dengan wanita lainnya yang shalihah, disebabkan mahar yang mahal dan sungguh ini menjadi penghalang besar dalam pernikahan?
Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Shalih ibnu Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah menjawab, Baca entri selengkapnya »




Hukum Menikah ketika Hamil karena zina…? dan Memperbaharui Akad Nikah karena tidak sah…?

12 01 2012

Menikah ketika Hamil karena zina

Pertanyaan

Ana punya keponakan. Dia melakukan zina, kemudian hamil. Keduanya lantas menikah saat hamil. Yang ana tanyakan :

  1. Saat hamil apa boleh menikah?
  2. Status perwaliannya bila anak yang lahir wanita bagaimana?
  3. Hukum warisnya bagaimana?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini Baca entri selengkapnya »





Blog Baru…

12 01 2012

http://kajiancileungsi.wordpress.com/

Bismillaah,

Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillah wa ‘alaa aalihi wa ashhabihi ajma’in.

Blog ini merupakan blog resmi dari Panitia Kajian Islam Ilmiyah Ahlussunnah Waljama’ah Cileungsi dan sekitarnya. Kami berharap melalui blog ini bisa memberikan informasi yang luas kepada masyarakat mengenai jadwal kajian-kajian Islam Ilmiyah di Cileungsi dan sekitarnya.





Blog Baru

12 01 2012

http://madinahprint.wordpress.com/





Hukum menikah dengan adik ibu tiri…?. dan Hukum Menikahi Keponakkan Istri…?

12 01 2012

Menikah dengan adik ibu tiri

Afwan, saya mau tanya. Bagaimana  hukum :

  1. Menikah dengan adik ibu tiri?
  2. Menikah dengan besan (status anak mereka masih dalam pernikahan)? Baca entri selengkapnya »




Menaati Suami atau Orangtua…?. Istri memaksa Suami Tinggal Dekat Keluarganya…?

12 01 2012

Seorang wanita yang telah menikah dihadapkan pada dua perintah yang berbeda. Kedua orang tuanya memerintahkan suatu perkara mubah, sementara suaminya memerintahkan yang selainnya. Lantas yang mana yang harus ditaatinya, kedua orang tua atau suaminya? Mohon disertakan dalilnya!

Jawab: Asy-Syaikh Al-’Allamah Al-Muhaddits Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menjawab: Baca entri selengkapnya »





Ibu Menikah Lagi, Padahal Statusnya Masih Punya Suami ?

8 01 2012

Dengan hormat,

 Assalamu’alaikum wr wb

 Saya ingin menanyakan apa yang harus saya lakukan?

Begini ceritanya

Tahun 1999 ibu saya berangkat ke malaysia sebagai TKI, sebenarnya berat tapi ibu saya nekat karena masalah ekonomi keluarga, Dan selama beliau disana hubungan komunikasi saya baik (sering telepon) baik dari ibu atau dari keluarga di indonesia, dan ibu sering kirim uang untuk memperbaiki rumah.

Tahun 2004 ibu pulang karena saya mau lamaran dan tahun 2005 pulang lagi karena saya menikah, setelah saya menikah ibu balik lg ke malaysia, setelah itu ibu jarang telepon dan susah dihubungi, sekalinya bisa dihubungi katanya ibu kena guna2 sama pria sana dan waktu saya tlp yang nerima cowok dia bilang saya suaminya, saya langsung sock dan itu berlangsung lama sampai tahun 2007 ibu saya bisa pulang katanya sudah terlepas dr guna2, pulang dirumah gak lama dan pengen kerja lagi, sebenarnya keluarga tidak mengijinkan ibu balik, tapi ibu tidak bisa dicegah dan beliau bilang mau ke singapura biar tidak ketemu pria itu lg, setelah pergi lama ibu menghubungi kita di indonesia dan ternyata beliau di malaysia lg, sampai skr belum pulang dan udah gak pernah komunikasi dengan bapak saya, setia saya tlp yang nerima cowok yg ngaku sebagai suaminya, apa yang harus saya lakukan?kemarin saya sms cepet pulang dan selesaikan urusan sama bapak biar tidak nanggung dosa banyak2, setelah urusan selesai terserah mau ngapain, benar gak yang telah saya lakukan

terima kasih

Dijawab oleh Abu Ibrahim Abdullah Baca entri selengkapnya »





Suami Cinta Istri Tapi Tidak Mau Berhubungan Suami Istri…?!

5 01 2012

Pertanyaan :

Kalo ada suami yang bener2 sayang banget sama istrinya, saking terlalu sayangnya si suami merasa sayang untuk bersetubuh dengan istrinya. Tapi si suami takut bila istrinya marah. Selain itu si suami tidak terlalu suka (maniak) dengan hubungan seks. Berarti apakah si istri telah dizalimi dan berhak mengajukan cerai ???
Apakah seharusnya suami tersebut sebaiknya memberikan istrinya hubungan seks apabila diminta di dalam islam???
Bagaimana jika sebelum menikah si suami sudah memberitahu hal tersebut bahwa dia tidak terlalu hobi untuk melakukan hubungan seks dan si istri pada saat itu tidak mempermasalahkannya, tetapi bagaimana bila setelah menikah si istri malah mempermasalahkannya ?????

Maaf bila pertanyaannya agak aneh

Jawaban pertanyaan anda :

dijawab : Oleh Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir

Baca entri selengkapnya »