Hukum Memakai Kondom

30 03 2012

Tanya :

Apa hukum memakai kondom di saat berhubungan? Apakah kondom ada dampak negatifnya? Jazakumullahu khoiron. Ummu Ismail-Solo.

0852909XXXXX

Jawab Baca entri selengkapnya »





Adakah Lafadz Khusus Khitbah?

30 03 2012

Pertanyaan

Bismillah,ustadz,adkh lafadz2 khusus ktk khitbah?jazakumullöhu khoir

Baca entri selengkapnya »





Dipaksa Jima’ Saat Berpuasa Wajib

21 03 2012

Pertanyaan

Jika saat berpuasa wajib saya dipaksa oleh suami untuk berhubungan padahal sudah menolak sehingga saya melakukannya dengan terpaksa, apakah saya wajib membayar kafarat atau tetap meneruskan puasa?

085733xxxxxx

Dijawab oleh al-Ustadz Sarbini

Jika anda memang dipaksa dan tidak ada pilihan lain karena tidak mampu melepaskan diri, puasa anda tidak batal (tetap diteruskan) dan tidak ada kewajiban kafarat. Wallahu a’lam

(Tanya Jawab Ringkas, Majalah Asy Syariah, No. 80/VII/1433H/2012)





Cairan yang keluar dari kemaluan Wanita Setelah Jima’

21 03 2012

Pertanyaan

Cairan keluar dari kemaluan wanita beberapa menit setelah jima’, padahal si wanita sudah mandi junub. Apakah si wanita harus mandi junub lagi untuk melaksankan shalat?

Dijawab oleh al-Ustadz Sarbini

Jika keluar tanpa disertai syahwat (nikmat), tidak mewajibkan mandi. Hal itu bukan janabah, melainkan hadats kecil yang mengharuskan wudhu.

(Tanya Jawab Ringkas, Majalah Asy Syariah, No. 80/VII/1433H/2012)





Diajak Zina Oleh Seorang Janda

20 03 2012

Pertanyaan :

Assallamualaikum’… Saya cwok msh lajang’saya knal seorang janda dy mngajak zina’… Saya tdk mau… Hati dy kecewa’sedih … Apakah saya jg brdosa krn dh mnyakiti hatinya .

Dijawab oleh Abu Ibrahim ‘Abdullah Baca entri selengkapnya »





Mau Segera Menikah Ibu Kurang Setuju, Takut Nanti “Lupa” Sama Keluarga…?

19 03 2012

Pertanyaan :

Asslamualaikum Wr Wb.

Saya pria 20 tahun. Walaupun baru 20 tahun saya sudah lulus D3 dan sekarang sudah bekerja di salah satu kementrian. Akan tetapi saya memang hanya seorang yang kurang secara ekonomi. Dengan keluarga broken home. Saya anak pertama dan saya masih mempunyai 2 orang adik yang harus saya tanggung.

Saya punya pacar umur 21 tahun. Sudah bekerja juga sebagai PNS. Agama nya baik, sopan santun, lemah lembut, dan saya lihat sudah dewasa, dan dapat mengurus suami. Berkebalikan dengan saya, pacar saya adalah dari orang yang cukup berada. Dapat dikatakan bibit, bebet, bobot nya sudah baik. Alhamdulillahnya dia sangat menghargai saya yang hanya seperti ini. Dia dan keluarga nya mau menerima apa adanya.

Saya semenjak 2 tahun lalu memutuskan untuk menikah muda.

Kendalanya adalah ketika dari pacar saya dan keluarganya menginginkan pula saya untuk segera menikahinya. Karena orang tuanya sangat khawatir dengan anaknya. Pacar saya termasuk bisa dikatakan anak rumahan, jadi supaya orang tuanya tenang kalau dia sudah punya suami.

Saya pernah sekedar menyinggung masalah menikah ke Mama saya (semenjak bercerai dengan Papa, saya tinggal dengan Mama, dan Papa tidak penah memberi nafkah kami). Ternyata respon beliau kurang setuju. Beliau takut kalau saya “lupa” dengan keluarga. Dan lagi masih mempunyai 2 tanggungan adik. Mama saya termasuk orang yang keras, maklum keturunan Sumatera. Beliau kepingin saya menikah nanti kalau adik sudah lulus kuliah. Mama saya bilang “Pokoknya jangan dulu ngomongin nikah selama 3 tahun ini.”

Saya pun mempersilahkan kepada pacar saya untuk mencari pengganti saya yang lain apabila saya memang harus menunggu 3 tahun.

Saya terancam tidak dapat melanjutkan hubungan ini ke jenjang pernikahan karena pacar saya juga tidak sanggup kalau menunggu 3 tahun. Apalagi saya mendengar kabar kalau adik saya tidak jadi mengambil kuliah D3 jadinya S1 yang sama saja dengan menunggu 4,5 tahun.

Saya berpikir dimana lagi saya bisa memdapatkan wanita seperti dia yang benar2 baik secara agama dan lainnya yang dapat menerima saya apa adanya.

– Mungkin ustad punya saran buat saya bagaimana meluluhkan hati Mama saya?

Jujur saya juga tidak mau pacaran terus. Toh kami sudah punya penghasilan. Saya kepengen sekali mungkin dalam 1-2 tahun ke depan kami sudah menikah.

– Adakah cara yang bisa saya terapkan mungkin pernah ada kasus seperti saya yang berhasil membuat yakin orang tuanya?

– Bagaimana jika Mama saya tetap tidak setuju (merestui) kami untuk menikah? Apakah saya berdosa kalau menikah tanpa persetujuan Mama? karena menyinggung “alasan yang tidak sesuai syar’i”?

Mohon dibalas ya Pak Ustad. Terima kasih

Wassalamualaikum Wr Wb

Dijawab oleh Abu Ibrahim ‘Abdullah Baca entri selengkapnya »





Dengan Menjadi Istri Shalihah Meraih Kebahagian Dunia dan Akhirat

17 03 2012

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir

Seorang istri yang diberi taufiq oleh Allah Ta’aala adalah seorang istri yang berusaha menjadi istri yang shalihah. Karena dia tahu kebahagian rumah tangganya yaitu dengan dia berusaha menjadi istri yang baik yang menunaikan hak-hak suami, begitu juga dia tahu hal itu akan menjadi sebab dia mendapatkan kebahagian diakhirat kelak. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحصنت فرجها وأطاعت بعلها دخلت من أي أبواب الجنة شاءت

“Apabila seorang istri mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”  (HR. Ibnu Hibban di al-Mawaarid : 1296 dari Abu Hurairah)

Lalu sifat-sifat apa yang dimiliki seorang istri shalihah, diantaranya disebutkan dibawah ini : Baca entri selengkapnya »





Info Kajian Akhwat dan Ummahat

15 03 2012

Hadirilah, Insya Allah Kajian Akhwat dan Ummahat Di Jakarta

Setiap Senin Ke 3 ( 19-03-2012)

Jam : 09.30

Tema : Kajian Tentang Wanita

(Kitab : Husnul Uswah, Imam Shiddiq Hasan Khan Rahimahullah)

Pembicara :

Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyah

(Pengasuh Pondok Putri Tn Kroya, sekarang pindah di Indramayu, penulis  tetap majalah Asy-Syariah)

Tempat/lokasi :

Kediaman Ummu Tsabat, Jln. Bendi XI no.5, Bendi Raya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan

(rumah bersebelahan dengan masjid An-Nur)

info lebih lanjut : 087881221295





Apa hukumnya memakai cincin kawin atau cincin pertunangan?

11 03 2012

Apa hukumnya memakai cincin kawin atau cincin pertunangan?
(Mawardi, Banjarmasin)

Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah.

Telah diajukan pertanyaan seputar masalah ini kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah. Dan beliau berfatwa:

“Cincin tunangan adalah ungkapan dari sebuah cincin (yang tidak bermata). Pada asalnya, mengenakan cincin bukanlah sesuatu yang terlarang kecuali jika disertai i’tiqad (keyakinan) tertentu sebagaimana dilakukan oleh sebagian orang. Seseorang menulis namanya pada cincin yang dia berikan kepada tunangan wanitanya, dan si wanita juga menulis namanya pada cincin yang dia berikan kepada si lelaki yang melamarnya, dengan anggapan bahwa hal ini akan menimbulkan ikatan yang kokoh antara keduanya. Pada kondisi seperti ini, cincin tadi menjadi haram, karena merupakan perbuatan bergantung dengan sesuatu yang tidak ada landasannya secara syariat maupun inderawi (tidak ada hubungan sebab akibat).1

Demikian pula, lelaki pelamar tidak boleh memakaikannya di tangan wanita tunangannya karena wanita tersebut baru sebatas tunangan dan belum menjadi istrinya setelah lamaran tersebut. Maka wanita itu tetaplah wanita ajnabiyyah (bukan mahram) baginya, karena tidaklah resmi menjadi istri kecuali dengan akad nikah.” (sebagaimana dalam kitab Al-Usrah Al-Muslimah, hal. 113, dan Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, hal. 476) Baca entri selengkapnya »





“Ya Ukhti Maukah Engkau Menikah Denganku”

3 03 2012

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir

Diantara proses yang akan di lewati oleh seseorang yang ingin menikah adalah proses khitbah (melamar) seorang wanita yang ia sukai untuk menikah dengannya. hal ini sebagaimana perbuatan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang meminang ‘Aisyah binti Abi Bakr dan Hafsah binti Umar bin Khathab.Yang mana hukumnya sunnah sebagimana di jelaskan oleh para ulama.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah ini baik untuk laki-laki yang datang mengkhitbah atau perempuan yang laki-laki datang mengkitbahnya. Baca entri selengkapnya »