Ingin Segera Menikah Khawatir terjatuh Dalam Maksiat, Tapi Bingung Mana Yang Harus Didahulukan Menuntut Ilmu Atau Menikah

27 06 2012

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Ustadz, sy ingin menikah muda, utk mnyelamatkn agama sy. Umur sy
20thn. Tp sy agak dilema karena sy baru kenal manhaj salaf, bahkan
baru mulai belajar tauhid (baru mulai ngaji tsalaatsatul ushuul), & sy
sdh pernah tanyakn ke salah seorang ustadzah bahwa sebaiknya sy
menuntut ilmu dlu baru menikah. Tp sehubngan dg bnyaknya fitnah, sy
takut trjerumus ke dalamnya. Alhamdulillah saya ketemu artikel tulisan
ustadz tentang ‘bingung antara menuntut ilmu atau menikah’. Maka
kembali sy konsultasikn dg ustadzah tp jwbnnya tetap sama, karena
kalau sdh menikah akan sibuk. Jd sarannya sy menuntut ilmu dlu. Tp
tetap saja sy seperti masih ada yg mengganjal. Apa sebenarnya yg hrus
sy lakukan? Karena sy jg belum punya ilmu tentang menjadi seorang
istri yg shalihah, tentang kehidupan rumah tangga, dll. Tp sy mmg
sngaja belum mempelajari itu semua karena mau konsen belajar aqidah
dlu, krna sy hrus memperbaiki aqidah dlu. Apakah keadaan keilmuan sy
yg seperti ini termasuk dlm kategori “belum mampu” untuk menikah
shngga harus menunda menikah?

Baarokallahu fiik. Jazaakallahu khayran.

Afwan baru sempat balas. ada beberapa poin yang ana ingin sampaikan disini
1.Hukum menikah pada diri seseorang berbeda2, ada yang wajib ada yang sunnah. yang hukumnya wajib ketika seseorang khawatir jika dia menunda menikah atau tidak segera menikah akan terjatuh pada fitnah atau maksiat. dan insya Allah jika sesuai dengan apa yang saudari ceritakan ini kondisi saudari.

2. Ada sebuah kaidah “Dar’ul Mafasid Muqadam ‘Ala Jalbi Mashaalih” Mencegah kerusakan lebih didahulukan dari pada meraih kebaikan. apa yang anti alami bisa diterapkan kaidah ini. kerusakan khawatir terjatuh dalam perbuatan maksiat itu lebih didahulukan untuk dicegah dengan segera menikah daripada mengambil kebaikkan menuntut ilmu syar’i.

3.  Dan perlu diketahui tidak ada pertentangan antara menikah dengan laki-laki shalih dengan menuntut ilmu syar’i. karena laki-laki yang baik, yang shalih akan membantu anti untuk taat kepada Allah diantara ketaatan adalah menuntut ilmu syar’i.

4. Setiap orang mempunyai kesibukkan masing-masing, yang gadis mempunyai kesibukkan begitu juga yang mempunyai suami. Namun yang mempunyai suami, jadi ada yang menolongnya untuk menuntut ilmu, ada mahram yang menemaninya menuntut ilmu jika meharuskan safar dalam menuntut ilmunya.

5. Apa yang saudari lakukan dengan semangat untuk menuntut ilmu syar’i sudah benar terlebih lagi dalam permasalahan tauhid dan aqidah, namun jangan melupakan sesuatu yang sedang atau akan segera saudari hadapi, dalam hal ini seperti permasalahan menuntut ilmu yang terkait dengan pernikahan dan rumah tangga.

6. Persiapkan dari sekarang ilmu syar’i tentang pernikahan dan rumah tangga, dengan tanpa melalaikan atau melebih porsikan dari mempelajari permasalahan tauhid dan aqidah.

wallahu a’lam bis shawwab mungkin itu yang bisa ana sarankan kepada saudari. semoga bermanfaat. (di jawab oleh Abu Ibrahim ‘Abdullah)


Aksi

Information

5 responses

1 07 2012
Yayuk rohmaniah

Aslkm……
Af1 ustadz, ana juga mempunyai masalah yg sama dgn yg telah dijelaskan… Tpi disini, ana belum tau bagaimana cara meminta izin kepada orang tua… Agar pernikahan yg kami rencanakan mendapat restu…

1 07 2012
nikahmudayuk

bicara dari hati ke hati sama orang taua tentang latar belakang tujuan dan mafaat saudari menyegerakan menikah dan damapak buruk jika tidak menyegerakan menikah

19 09 2012
Salamah

Bismillahirrahmaanirrahiim. Afwan, ana ingn msk TN krn ingn bljr ilmu agama lbh bnyk & lgsg dr ustadz/ustadzah. Slma ini ana bljr dg bc buku d rmh, bc artikel dr asatidzah d intrnt, & bljr dr hsl downloadan rkmn2 kjian. Apa kptsan ana sdh bnar? Atau sbaiknya ana cukupkn dg belajar di rumah sj krn wanita seharusnya menetap di rumah?

11 08 2013
atika amimi

Assalam ustadz..
Sy mahasiswi dr univ swasta di lampung. Sy ingn bertanya, sy mmpunyai kkasih brumur 38th, sdngkan sya mash berumur 20th.
Kami ingin menikah, tetapi orang tua sya blm mmberi izin, menurut mereka umur sy masih terlalu kecil, sya di tuntut untukk menyelesaikan study sy smpai sarjana. Lantas apa yg hrs sya lakukan, sdngkan sy merasa kkasih sy adlh sebgian dr hidup sy. Mnrut orang tua sya, jika jodoh tdak akan kmna, msh bnyak lelaki di luar sna. Tp kkasih sy rajin beribadah nd bnyk mngerti tntg agama, dr segi pkerjaan dy mapan. Apa yg hrus sy lakukan, apa sy tetap menentang orang tua sy, atau sy melnjutkan study sy? Terima kasih tadz, sy mohon tlg dijawab pertanyaan sy, krn sy benar2 dlam dilema.

13 08 2013
nikahmudayuk

wa’alaikumussalam, bicarakan dari hati ke hati tentang keinginan saudari untuk segera menikah kepda orang tua. jika saudari ingin jawaban yang lebih panjang silahkan sudari bisa melihat artikel yang terkait dengan hal ini diblog ini. wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s