Mana Dalilnya Menikahi Wanita Yang Sedang Hamil tidak Sah, Jangan Cuman Katanya Aja…?

1 07 2012

Pertanyaan

assalamu’alaikum…saya mau tanya dalil-dalil dari Alqur’an dan hadis tentang jawaban diatas…ketika nikah sedang hamil tidak sah…semua perlu dalil bukan cuman kata-kata aja….mohon berikan dalilnya…terima ksih.

Sebelumnya saya mohon maaf…kalau cuman kata-kata aja tanpa dalil anak kecil pun bisa menjawab….agar semua jelas berikan dalil dalam Alqur’an atau hadis atau dari kitab-kitab yang menerangkan tersebut…terima kasih

Jawabannya

wa’alaikumussalam. Saudaraku penanya yang semoga dirahmati oleh Allah, perlu diketahui bahwa jawaban tentang hukum menikahi wanita hamil akibat zina yang saudara penanya komentari adalah jawaban yang saya ambil dari rubrik tanya jawab ringkas majalah Asy-Syari’ah. Memang jawabannya ringkas sesuai dengan tujuan dibuat rubrik tersebut untuk menjawab dengan segera dan ringkas bukan seperti apa yang saudara kira, semoga dimengerti. Adapun dalil bahwa wanita hamil  tidak boleh dinikahi sampai ia melahirkan, bahkan sebagian ulama diantaranya Al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah  berpendapat jika terjadi akad nikah maka nikahnya tidak sah. Hal ini berdasarkan sebuah hadits dari Ruwaifi’ bin Tsabit radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لاَ يَحِلُّ لاِمْرِئٍ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ يَسْقِىَ مَاءَهُ زَرْعَ غَيْرِهِ

“Tidak halal bagi seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyiramkan airnya pada tanaman orang lain” (HR. Abu Daud :2160, Ahmad :17031, Ath Thabrani :4355. Dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa:5/141 no 1302)

Dalam hadits yang lain dari Abu Sa’id Al-Khudry radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لاَ تُوطَأُ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ وَلاَ غَيْرُ ذَاتِ حَمْلٍ حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً

“Wanita yang hamil tidak boleh digauli (jima’) sampai ia melahirkan, dan yang tidak hamil tidak boleh digauli sampai setelah datangnya satu kali haid.” (HR. Abu Daud : 2159, Di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Irwa’ : 7/214 no : 2138) wallahu a’lam bis shawwab

Di jawab oleh Abu Ibrahim ‘Abdullah Al-Jakarty


Aksi

Information

6 responses

3 07 2012
Ibnu Adam

Mungkin yang tanya bakal bertanya lagi, ini kan dalil larangan menggauli wanita yang hamil dari selain kita…
Bukan berarti larangan menikahi, berarti boleh kita nikahi… cuma gak boleh kita gauli….
Mungkin dalil-dalil berikut lebih jelas, tentang larangan menikahi orang yang hamil… baik akan dia gauli atau tidak…
وَلَا تَعْزِمُوا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ

Artinya : “Dan janganlah kamu ber’azam (bertekad) untuk beraqad nikah, sebelum habis ‘iddahnya. ” (QS. Al-Baqarah : 235)

Dan juga berdalil juga dengan firman Allah ta’ala :

وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ

Artinya : “Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya” (QS. At-Thalaq : 4)

3 07 2012
nikahmudayuk

jazakumulklahu khoir

24 09 2012
20 02 2013
jabal

al-jakarti? bagaimana cara menisbahkan jakarja jadi jakarti? bolehkan dari segi ilmu alat?

27 11 2013
Indah

Assalamualaikum,,,
saya mau tanya ustad,pd thun 2012 kmrn saya menikah dg suami dlam keadaan hamil.dan skarang anak saya sudah berumur 14 bulan.ini saya masih bs pak ustad memperbaharui nikah???trus bagaimana caranya memperbaharui nikah pak ustad?apakah harus dg penghulu,soalnya dr kecil saya gk tau bapak saya pak ustad.trimakasih mohon penjelasanya

30 11 2013
nikahmudayuk

Hukum Menikah ketika Hamil karena zina…? dan Memperbaharui Akad Nikah karena tidak sah…?
12
01
2012
Menikah ketika Hamil karena zina

Pertanyaan

Ana punya keponakan. Dia melakukan zina, kemudian hamil. Keduanya lantas menikah saat hamil. Yang ana tanyakan :

Saat hamil apa boleh menikah?
Status perwaliannya bila anak yang lahir wanita bagaimana?
Hukum warisnya bagaimana?
Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Tidak boleh dan tidak sah. Status pernikahan tersebut nikah syubhat. Keduanya harus berpisah, lalu memperbarui pernikahan apabila anak hasil zinanya telah lahir. Jika telanjur ada anak berikutnya yang lahir dari pernikahan syubhat tersebut, anak itu adalah anak yang sah bagi keduanya secara syari’at.
Anak hasil zina tidak punya ayah secara syariat, dia hanya punya ibu yang melahirkannya. Dengan demikian, anak wanita hasil zina tidak punya wali nikah. Oleh karena itu, yang menikahkannya adalah wali hakim (penghulu KUA).
Karena dia tidak punya ayah secara syari’at, maka tidak ada hukum waris dari jalur kekerabatan ayah. Hukum warisnya hanya berlaku dari jalur kekerabatan ibunya. Wallahu a’lam. Lihat rincian dalil masalah ini pada jawaban rubrik “Problema Anda” edisi 26 dan 39. (Majalah Asy Syariah, Vol. VII/No. 73/1432H/2011, Rubrik Tanya Jawab Ringkas)

Memperbaharui Akad Nikah karena tidak sah

Pertanyaan :

Pada edisi 73, dibagian tanya jawab ditulis bawa pernikahan saat hamil itu tidak sah. Jika seorang wanita dinikahi ketika sedang hamil dan setelah tiga tahun pernikahan baru ia mngetahui hukum trsbut bahkan anaknya telah brumur dua tahun apa yang harus dilakukan disisi lain, untuk menceritakan kepada orang lain, keduannya merasa malu dan takut. Sementara itu, tidak ada sbuah dosa yang luput dari Allah subhaanahu wata’ala

Di jawab oleh al-Ustadz Muhammad Sarbini

Keduanya harus bertaubat dan brpisah sampai diperbarui kembali akad nikahnya tanpa harus diketahui oleh KUA cukup dinikahkan oleh wali atau yang mewakilinya dengan minimal dua orang saksi yang istiqamah. (Majalah Asy Syariah, Vol. VII/No. 77/1432H/2011, Rubrik Tanya Jawab Ringkas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s