Ibu Melarang Saya Menikah Karena Rumah Saya Berhadapan Dengan Calon Suami… Nanti Celaka Katanya?!

1 09 2012

Pertanyaan

saya wanita umur 27 pak ustad,

insya Allah hati saya sudah mantab pada seorang laki2,tp ibu saya tdk memperbolehkan menikah karena alasan adat.
rumah kami berhadpan pak,dan menurut ibu sy,itu akan mendatangkan petaka buat keluarga. saya bingung pak ustad,disatu sisi sy tdk ingin jadi anak durhaka,tapi disisi lain hati sy msh yakin pak ustad. sy sudah coba istiqarah dan mash tetap keyakinan saya
bagaimana pak ustad sy mhon arahannya?

Jawabannya.

Saudari yang semoga Allah memudahkan urusan saudari. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan untuk saudari.

  1. Agar saudari banyak berdoa kepada Allah Ta’aala, karena segala urusan berada ditangan Allah Ta’aala.
  2. Agar saudari bershabar.
  3. Keinginan saudari untuk menikah sangatlah baik, apalagi diusia seperti saudari.
  4. Alasan yang saudari katakan bahwa ibu saudari melarang saudari dengan larangan diatas, adalah sebuah perkara yang tidak benar, sebuah khurafat dan keyakinan syirik.
  5. Nasihatkan ibu saudari dengan cara yang lemah lembut dan baik akan tidak benarnya keyakianan diatas. Bahkan hal tersebut termasuk keyakinan syirik
  6. Bicarakan dari hati kehati tentang keinginan saudari untuk menikah, manfaat, keutamaannya dan keburukkan menunda menikah tanpa alasan syar’i. Serta jelaskan bahwa alasan ibu saudari tidaklah benar.
  7. Minta bantuan orang yang dianggap oleh ibu saudari untuk mengutarakan apa yang saudari inginkan.
  8. Kalau saudari telah berusaha semaksiamal mungkin untuk menjelaskan tidak benarnya apa yang di yakini oleh ibu saudari namun ibu tetap bersikukuh, tidak masalah untuk saudari melanjutkan keinginan saudari untuk menikah dengan laki-laki shalih pilihan saudari. Dan itu bukanlah termasuk kedurhakaan. Karena ketaatan kepada orang tua dalam perkara yang baik, bukan maksiat dan tidak bermudharat kepada anak.
  9. Saudari tetap harus berbakti kepada orang tua, terutama dengan mengajarkan agama dengan pemahaman yang benar kepada ibu saudari.

Wallahu a’lam bis shawwab, semoga bermanfaat. Maaf baru sempat menjawab pertanyaan saudari. (dijawab oleh Abu Ibrahim Abdullah)

Iklan

Aksi

Information

9 responses

2 09 2012
Apa yang harus dilakukan saat orang tua melarang menikah karena keyakinan syirik/khurafat? « Beranda Hanifatunnisaa

[…] Sumber: Ibu Melarang Saya Menikah Karena Rumah Saya Berhadapan Dengan Calon Suami… Nanti Celaka Katanya?! […]

2 09 2012
5 09 2012
Abdullah Sandly Anthony

Assalamu’alaikum

Semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepada ustadz dan keluarga.

Mengenai jawaban ustadz dibawah ini,
“tidak masalah untuk saudari melanjutkan keinginan saudari untuk menikah dengan laki-laki shalih pilihan saudari”

Apakah ini artinya “sebatas” melanjutkan keinginan namun apabila menikah tetap harus ada wali? Atau ada kondisi lain?

Karena kasus ini pernah terjadi dan yang kebingungan adalah si lelaki shalehnya.

Si wanita bersikeras untuk menikah dengannya namun lelaki tersebut bingung/khawatir karena ibu si wanita tidak suka padanya hingga suaminya (ayah si wanita) enggan menjadi wali dan tidak menyetujui pernikahan tersebut.

Mohon penjelasannya Ustadz.

5 09 2012
nikahmudayuk

wa’alaikumussalam warahmatullahi wabrakatuh, masya Allah ana senang banget dengan pertanyaan antum. jazakumullahu khair, wabarakallahu fikum. tentang perkataan ana yang antm tanyakan, insya Allah jelas maksudnya yaitu sebatas melanjutkan untuk menikah dengan laki-laki shalih pilihannya. dan yang namanya menikah maka harus dipenuhi syarat sahnya diantaranya adanya wali bagi perempuan. barakallahu fikum.

sekedar faedah :
Jika orang tua menghalangi anak perempuannya untuk menikah (dengan alasan yang tidak dibenarkan oleh syari’at) maka bisa dilaporakan ke hakim sehingga nanti hakim tersebut memindahkan hak kewalian orang tuanya kepada walinya yang lainnya, yang wali tersebut nanti yang akan menikahkannya. (ini kurang lebih secara makna saya bawakan fatwa syaikh Ibnu Baaz rahimahullah yang terkait dengan apa yang saudara tanyakan)

Pendekatan yang baik dari hati kehati kepada ortu, atau dengan orang yang ortu segani, menjelaskan latar belakang, manfaat dan keutamaan menyegerakan menikah serta berusaha menipis kekhawatiran ortu jika anaknya segera menikah insya Allah solusi yang baik dengan tentu saja dibarengi dengn doa. wallahu a’lam bis shawwab

10 09 2012
Abdullah Sandly Anthony

Terimakasih ustadz atas penjelasan dan faedahnya, jazakallahu khair.

Namun ada yang mengganjal saya mengenai faedah yang ustadz nukilkan secara makna, yaitu:
“sehingga nanti hakim tersebut memindahkan hak kewalian orang tuanya kepada walinya yang lainnya, yang wali tersebut nanti yang akan menikahkannya.”

Apakah Syaikh Ibn Baz rahimahullah menjelaskan kondisi/persyaratan apa saja yang harus terpenuhi sehingga kondisi di atas dapat terjadi?

Mohon maaf bila melebar dari topik.

12 09 2012
nikahmudayuk

afwan ana tidak membawakn teks asli fatwanya, karena dirumah ana tidak punya internet, ana ngetiknya di tempat yang ngga ada kitabnya, disamping itu kitabnya di jakarta dan ana diceleungsi diasmping kesibukkan ana kesibukkan ana, barakallahu fikum.

24 09 2012
aqeela

terima kasih kerana memberi informasi yang saya cari selama ini..

24 09 2012
aqeela

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabrakatuh.
sy(saya) dari Malaysia berusia 20 tahun.sngt muda utuk mendirikan rumah tangga pada masakini. pertam skali sy memohon maaf sekira nya tulis taip ini sukar di fahami kerana perbezaan negara.

insya allah sy dan tunangan sy sudah bersedia utk mendirikan rumah tangga pada akhir tahun ini. alhamdullilah tunangan sy merupakn seorang pekerja tetap penjawat awam(government sector). sy juga akan tamat kuliah pemegang diploma pada akhir tahun ini.

sy telah bertunang selam setahun. oleh itu, tunangan sy telah mengambil keputusan untuk menikahi sy pd akhir tahun ini. masalah disini timbul apabila ibu sy enggan membenarkan pernikahan dan majlis kahwen berlangsung pd tahun ini. ibu sy memberi alasan, masih muda dan ingin tunggu sy mendapatkan pekerjaan yang tetap dan tunggu sehingga ibu sy sendiri yang menetapkan majlis pernikahan kami.

tunangan sy telah berbincang dgn ibu sy supaya membenarkan kami bernikah pada akhir tahun ini, kerana tunangan sy telah merasakan wajib utk die menikahi sy kerana kami telah bercinta selama 3 tahun dan mampu untuk mengemudi rumah tangga kami.

namun, ibu sy tetap berkeras dengan pendirian nya, ibu telah mengatakan tidak kisah dgn semua alasan yg diberikan tunangan sy dan tidak membenarkan ayah sy utk menjadi wali serta tidak kisah sekira nya kami bernikah di Siam mau pun pergi ke mahkamah.

justeru itu, sy dan tunangan telah hadir ke kurusus kahwin dan disitu telah diajar bagaimana sekira nya tidak mendaptkan kebenaran wali. sy dan tungan sy telah pergi ke mahkamah utk mendapatkan wali hakim. alhamdulillah keputusan mahkamah amat sy hormati, mahkamah telah menetap kan bahwa ayah sy tetap menjadi wali kpd sy TETAPI sekiranya ayah saya berubah fikiran enggan menjadi wali,maka secara automatik sy mendapat wali hakim kerana ini bagi menutup aib keluarga sy jika wali tidak hadir dan enggan.

masalah lain pula yg telah timbum apabila, ibu sy tidak berpuas hati dengan keputusan wali. ibu sy telah menceritakan tentang hal ini kepada seluruh sanak saudara nya serta rakan sekerja dan jiran tetangga. lebih memilukan hati sy lagi, ibu sy telah menokok tambah cerita kpd mereka yang dikenali nya. sy dapat tahu apabila, pakcik, makcik telefon sy dan terus menuduh sy sebagai ank derhaka yang tidak mengenang budi kerana sanggup saman ayah sendiri utuk pergi ke mahkamah. hati sy juga semakin sedih apabila, pandangan mereka terhadap sy semasa pulang ke kampung pada hari raya juga berlainan dr biasa nya.

namun, sy masih boleh bertahan lagi, sy dan tunangan sy serta ahli keluarga tunangan sy yg banyak membantu utuk menyiapkan majlis perkahwinan yang akan berlangsung pada akhir tahun ini.

tinggal lagi 2bulan utuk sy bernikah, pd baru2 ini ibu sy telah menetapkan syarat semula, apabila meminta tungan sy menyediakn wang hantaran sebanyak RM10,000 ( unit Malaysia) tunai semasa hari pernikahan kami utk diserahkan kepada ibu sy. die memberi alasan sebagai jaminan sekira nya takut sy diceraikan oleh suami sy di kemudian hari. sy menjadi semakin berkecil hati dengan ibu sy, keran die langsung tidak membantu menyiakan majli pernikahan dan kenduri kahwen yg akan berlangsung akir tahun ini.

sy juga tidak tahu cara bagaimana untuk membersihkan nama saya pd sanak- saudara serta jiran dan rakan sekerja ibu sy. pelbagai ruduhan yang mereka lemparkan kepada saya seperti “anak tidak mengenang budi”, “sy lebih utamakan tunangan sy”, yg paling memilukan ibu sy mengatakan “jika tau kau nak berkahwin awal dan menimbulkan masalah begini, baik ibu bunuh kau masa kecil dulu”.sy terlalu terkejut dengan kata- kata die ustaz.

sy ingin bertanya dakah sy anak dehaka ustaz?..dan bagaimana cara merawat hati yang kecewa dengan sikap ibu sy ini.

terima kasih. p/s mohon dibalas..
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabrakatuh..

24 09 2012
aqeela

maaf andai sy tersalah taip atau tidak cukup huruf. diharap ustaz faham dengan apa yang ingin saya sampaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s