Masalah Seputar Wali Nikah

9 02 2013

Tanya:

Ustadz, saya mau bertanya tentang hadits, “Tidak Sah Pernikahan Tanpa Wali.”

  1. Siapakah wali yang dimaksud?
  2. Apakah dipersyratkan semua wali harus setuju?
  3. Bagaimana jika seorang wanita dinikahkan oleh saudara laki-laki, misalnya, tetapi tidak disetujui oleh ayah wanita tersebut, apakah nikahnya sah?
  4. Apakh hadits diatas bermakna wali harus hadir, atu izin saja tanpa kehadiran wali  itu diperbolehkan?
  5. Kalau ada seseorang yang menikah, walinya jauh dan tidak bias hadir, tetapi member izin dan mewakilkan kepada KUA, apakah nikahnya sah?

Jazakumullahu khairan

(Hamba Allah, Yogyakarta)

Jawab (di jawab oleh al-Ustadz Qamar Suadi)

Bismillah. Terkait dengan pertanyaan saudara, berikut jawaban kami.

Yang dimaksud wali adalah ‘ashabah atau ahli waris dari kaum laki-laki, yaitu ayahnya, kakeknya, dst; anak laki-lakinya, cucu laki-lakinya dari anak laki-laki dst; saudara laki-laki yang sekandung, lalu yang seayah; lalu anak laki-laki saudara tersebut; lalu paman dari pihak ayah, lalu yang seayah; lalu anak laki-laki mereka. Yang paling berhak menikahkan adalah yang terdekat jalurnya kepada si wanita, yaitu jalur ayah, kemudian anak, kemudian saudara, kemudian paman.

Kalau si wanita dinikahkan oleh wali yang jauh (hubungan kekerabatannya), padahal ada wali yang lebih dekat dan tidak berhalangan menikahkannya, atau ia tidak setuju, pernikahannya tidak sah. Kalau wali terdekat berhalangan, ia boleh mewakilkan kepada wali yang jauh, bahkan kepada orang lain, termasuk penghulu, walaupun dia (wali terdekat) tidak hadir dalam akad nikah. Kalau tidak ada wali, wali hakimlah yang menikahkan. Kalau wali yang terdekat kekerabatannya menghalangi pernikahan karena alasan yang tidak syar’i bisa diadukan kepada KUA. Allahu a’lam

Sumber : Majalah Muslimah Qonitah edisi 01/vol.01/1434H-2013, ditulis ulang untuk blok https://nikahmudayuk.wordpress.com

Iklan

Aksi

Information

2 responses

9 02 2013
Abu Abdillah Ahmad

Bismillah,

mau nanya ustadz, bagaimana jika kondisinya si Wali utama wanita yaitu sang bapak ternyata pelaku kesyirikan, bapaknya merupakan “kyai” alias dukun berlabel islami, dan praktik perdukunanya sudah jelas syirik akbar karena sering mengaku2 perkara ghaib, disamping amalan2 bid’ah yang berupa syirik kecil seperti puasa bid’ah dengan keyakinan tertentu, jimat dll.
dan sudah berkali-kali dinasehati dengan diberikan buku2 mengenai masalah syirik dan tauhid, namun tidak digubris.
apakah sang bapak masih SAH sebagai wali nikah ?

jazakallahu khoiron

18 02 2013
antonaisyah

Reblogged this on antonaisyah and commented:
pentingnya pemahaman bagi seorang wanita tentang wali nikah karena merupakan salah satu syarat sah menikah..Biasanya akan ada penjelasan dari KUA untuk lebih detail.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s