Hukum menalak seorang istri dalam keadaan nifas

7 11 2013

hukum-mencerai-ketika-nifasMenalak istri yang sedang nifas tidak boleh hukumnya, hukum wanita yang nifas sama dengan hukum wanita yang haid. Sebagaimana tidak bolehnya seorang istri yang sudah pernah digauli dicerai pada saat haid demikian juga seorang wanita yang nifas.

Berkata al-Allamah Shidiq Hasan Khan rahimahullah:

وأما اشتراط أن لا تكون نفساء فلأن قوله صلى الله تعالى عليه وآله وسلم في حديث ابن عمر [ ثم يمسكها حتى تطهر ثم تحيض ثم تطهر فإذا بدا له أن يطلقها فليطلقها ] فهذا فيه ان طلاق السنة يكون حال الطهر والنفاس ليس بطهر

“Dan adapun disyaratkan tidak dalam keadaan nifas, dikarenakan Rasulullah bersabda:“Kemudian ditahan samapai bersih, kemudian haid, kemudian bersih maka apabila dia hendak mencerainya maka cerailah”

Maka ini terdapat padanya  (dalam hadits –ed) bahwa talak sunnah harus dalam keadaan suci dan wanita yang nifas tidak dalam keadaan suci.” (Raudatun Nidiyyah:2/45) (abdullah al-Jakarty)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s