Status Istri Saat Proses Khulu’

15 11 2013

perceraianPertanyaan

Seorang istri mengajukan khulu’. Proses pengadilan belum selesai, istri sudah tidak tinggal serumah dengan suami. Bagaimana status istri? Berapa masa iddahnya dan terhitung mulai kapan? Hak asuh anak ada di tangan siapa?

0838********

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Sarbini

Jika suami sudah mengabulkan khulu’-nya dan melepasnya dengan pembayaran tebusan yang disepakati atau hakim telah menjatuhkan putusan, berarti sudah bukan suami istri lagi. Masalah surat-surat hanya kelengkapan saja. Tidak ada hak lagi untuk tinggal di rumah suaminya. Masa iddahnya hanya sekali haid, karena khulu’ adalah fasakh.

Namun, jika terjadi persengketaan yang belum diputuskan oleh hakim, berarti masih suami istri. Dia (istri) tidak boleh meninggalkan rumah tanpa izin suami.

Hal asuh anak yang masih kecil (belum mumayyiz) pada asalnya diutamakan ibu selama belum menikah dengan lelaki lain.” (Sumber Majalah Asy Syariah, Vol. VIII/No. 95/1434H/2013)


Aksi

Information

One response

6 02 2014
catatanmms

بسم الله
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
عَفْوًا ustadz, mau tanya ttg hak asuh anak jika terjadi perceraian. Apakah ada dalil khusus ttg hak asuh anak, utk anak usia 8 dan 11 thn ? jazaakumullahu khairan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s