KISAH DJ PETOBO

5 10 2018

*KISAH DI PETOBO (bag. 1)*

Setelah mengetahui dahsyatnya dampak gempa di Balaroa, kita akan berpindah ke Petobo. Di sini, Kami menyaksikan pemandangan yang tidak kalah mengerikan dibandingkan di Balaroa. Dan itu semua semakin membuat kami yakin terhadap kekuasaan Allah sekaligus menambah rasa takut akan azab-Nya.

Gambaran yang kami ceritakan di bawah ini bisa jadi hanya gambaran luar saja. Sebab, Kami hanya menyaksikan bekas-bekas gempa. Itu saja sudah cukup membuat merinding. Kami bukan pelaku saat gempa terjadi. Bagaimana kalau kami ada di tempat ini saat itu? _Nas-alullah as-salaamah wal ‘afiyah._

๐Ÿš˜ *Jalan Aspal Robek, Mobil dan Motor Nyungsep*

Gempa bumi yang menghantam Palu dan sekitarnya sangat dahsyat. Selain memicu tsunami, gempa juga membuat infrastruktur jalan hancur berantakan.

Bagaimana tim di lapangan bisa bergerak? Ikuti kisah mereka…

Tim investigasi Palu terus merambah ke titik-titik terpencil, bahkan terisolir. Semangat terus dinyalakan. Niat menolong sesama dipancangkan. Tekad berpadu doa, mengiringi langkah kaki, berharap kemudahan dari Allah.

Rabu (3/10), tim berhasil masuk ke Petobo. Kelurahan ini terletak di ujung Kecamatan Palu Selatan. Tidak mudah untuk bisa sampai ke sana.

Tim melewati ruas Jalan Suharto. Beberapa ekskavator tampak sibuk bekerja. Belalai raksasa menggusur tumpukan material. Tim berjalan di antara reruntuhan bangunan. Sementara
jalan aspal sudah tidak lagi berbentuk jalan. Mirip tanah kering di sawah saat kemarau memangsa bumi. Bumi retak menganga di sana-sini.

Jangankan dilalui kendaraan, berjalan kaki saja kami terkadang harus melompat. Di antara patahan-patahan aspal yg menganga, Kami harus berhati-hati. Lobang dan patahan aspal tajam dan dalam. Di antara patahan aspal banyak ditemukan motor warga. Terjepit. Dilahap aspal yang robek. Bahkan ada juga beberapa mobil warga.

Sungguh tidak ada artinya harta benda, ketika bencana datang. Allah sudah memberi peringatan. Hendaknya kita segera bertaubat dan memperbanyak istighfar.

Tim terus berjalan….

*KISAH DI PETOBO (Bag. 2)* Baca entri selengkapnya »