Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Menilai sosok Mbah Maridjan

1 11 2010

Oleh: Abu Ibrahim Abdullah Al Jakarty

Selain meletusnya Gunung Merapi, kematian Mbah Maridjan juga menjadi obrolan berbagai lapisan masyarakat akhir – akhir ini dikarenakan keterkenalan tokoh yang satu ini sebagai Kuncen (juru kunci,ed)Gunung Merapi dan menjadi korban panasnya debu vulkanik Gunung Merapi. Apalagi diberitakan bahwa dia meninggal dalam keadaan sujud(bukan sujud ke arah qiblat tapi ke arah selatan, ed). Dan tidak sedikit orang yang memujinya karena mati dalam keadaan sujud, keberanian dan berbagai alasan lainnya. Dan hampir tidak ada komentar yang tak senada dengan komentar – komentar di atas. Lalu bagaimanakah seorang muslim yang terbimbing dengan agama yang benar setelah hidayah taufiq dari Allah menilai sosok Mbah Maridjan ? Insya Allah penjelasan sederhana berikut ini akan menjadi penjelas bagaimanakah seharusnya seorang muslim menilai seorang Mbah Maridjan

Seharusnya seorang itu jeli dalam setiap permasalahan apalagi yang menyangkut permasalahan agama. Cukup dengan mengetahui bahwasannya Mbah Maridjan sebagai seorang “Kuncen” Gunung Merapi maka seharusnya seseorang sudah bisa menilai sosok Mbah Maridjan dengan benar serta tidak memuji dan mengaguminya. Karena dibalik kata Kuncen terdapat keyakinan – keyakinan sesat, keyakinan -keyakinan syirik. Diantara hal – hal yang menunjukkan kesyirikan yang dilakukan Mbah Maridjanakan dijelaskan dalam beberapa point berikut ini. Baca entri selengkapnya »